Angsa Leher Pendek

Canada Goose, Branta canadensis  Distant geese honking

Angsa berleher pendek (Inggris: goose) adalah jenis burung yang termasuk ke dalam famili Anatidae. Famili ini termasuk angsa dan bebek. Angsa berleher pendek berbeda dengan angsa (swan). Angsa berleher pendek masuk ke dalam subfamili Anserinae suku Anserini, namun angsa masuk ke dalam suku Cygnini.

Angsa berleher pendek adalah monogami, hidup berpasangan secara permanen sepanjang tahun, tetapi biasanya hanya berlangsung selama musim bersarang. Namun pada umumnya mereka berpasangan cukup lama karena angsa berleher pendek yang berpasangan lebih dominan dan makan lebih banyak.

Jenis burung yang tidak disebut sebagai angsa berleher pendek (goose) namun masuk ke dalam famili Anatidae adalah shelduck. Mereka memiliki subfamili sendiri, yaitu Tadorninae.

Angsa berleher pendek sayap spur, Plectropterus gambiensis masuk ke dalam subfamili Plectropterinae karena cukup berbeda dengan angsa berleher pendek.

Spesies dari genus Nettapus disebut angsa berleher pendek pigmy. BACA RINCI 😆

Iklan

Megapodiidae

Alectura lathami

Megapodiidae adalah salah satu suku burung yang terdapat di dalam ordo Galliformes. Burung-burung yang terdapat dalam suku ini disebut juga burung gosong.

Burung-burung dalam suku Megapodiidae memiliki bulu berwarna hitam atau coklat, ukuran kepala kecil dan berkaki besar, yang berguna untuk menggali tanah atau pasir untuk bertelur. Pada umumnya mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di atas permukaan tanah.

Burung gosong meletakkan telurnya di dalam tanah atau pasir, dan menggunakan panas bumi atau sinar matahari untuk mengeraminya. Anak burung menggunakan cakarnya untuk keluar dari kulit telur dan menggali ke permukaan tanah.

Daerah sebaran burung gosong adalah di Australasia, di kepulauan Indonesia bagian timur, Filipina, Papua Nugini, Australia, pulau-pulau samudra Pasifik bagian barat, pulau Andaman dan pulau Nicobar. Pakan burung gosong umumnya adalah aneka biji-bijian, buah, serangga dan hewan kecil.

Megapodiidae adalah suku burung dengan sejumlah marga atau genera. BACA RINCI 😆

Gambut, Lahan Basah, Paya

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tetumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah yang terutama terbentuk di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat; dan lahan-lahan bergambut di berbagai belahan dunia dikenal dengan aneka nama seperti bog, moor, muskeg, pocosin, mire, dan lain-lain. Istilah gambut sendiri diserap dari bahasa daerah Banjar.

Sebagai bahan organik, gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 trilyun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 milyar terajoule.

Lahan basah atau wetland (Ingg.) adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah-wilayah itu sebagian atau seluruhnya terkadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. Digolongkan ke dalam lahan basah ini, di antaranya, adalah rawa-rawa (termasuk rawa bakau), paya, dan gambut. Air yang menggenangi lahan basah dapat tergolong ke dalam air tawar, payau atau asin.

Lahan basah merupakan wilayah yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan kebanyakan ekosistem. Di atas lahan basah tumbuh berbagai macam tipe vegetasi (masyarakat tetumbuhan), seperti hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut, hutan bakau, paya rumput dan lain-lain. Margasatwa penghuni lahan basah juga tidak kalah beragamnya, mulai dari yang khas lahan basah seperti buaya, kura-kura, biawak, ular, aneka jenis kodok, dan pelbagai macam ikan; hingga ke ratusan jenis burung dan mamalia, termasuk pula harimau dan gajah.

Mintakat riparian atau wilayah riparian adalah zona peralihan antara sungai dengan daratan. Wilayah ini memiliki karakter yang khas, karena perpaduan lingkungan perairan dan daratan. Salah satunya, komunitas tumbuhan pada mintakat ini dicirikan oleh tetumbuhan yang beradaptasi dengan perairan, yakni jenis-jenis tumbuhan hidrofilik; yang dikenal sebagai vegetasi riparian. Perkataan riparian berasal dari bahasa Latin ripa, yang berarti “tepian sungai”.

Mintakat riparian bersifat penting dalam ekologi, pengelolaan lingkungan dan rekayasa sipil, terutama karena peranannya dalam konservasi tanah, keanekaragaman hayati yang dikandungnya, serta pengaruhnya terhadap ekosistem perairan. Bentuk fisik zona ini bisa bermacam-macam, di antaranya berupa hutan riparian, paya-paya, aneka bentuk lahan basah, atau pun tak bervegetasi. Istilah-istilah teknis seperti sempadan sungai dan kakisu (kanan-kiri sungai) mengacu kepada mintakat ini, meski pengertiannya tak sepenuhnya setangkup.

Paya atau disebut juga paya-paya adalah sejenis lahan basah yang terbentuk dari lapangan yang sering atau selalu tergenang oleh air. Paya adalah rawa dangkal yang terutama ditumbuhi oleh rerumputan seperti wlingi, mendong, gelagah, atau terna sejenis bakung, teratai dan sebangsanya. Terkadang ada, namun jarang, adalah tumbuhan berkayu yang lambat tumbuh. Lingkungan paya mungkin digenangi oleh air tawar, payau atau asin.

Paya bisa jadi merupakan bagian dari ekosistem yang lebih besar, seperti mangrove atau hutan rawa gambut. Atau, merupakan wilayah ekoton (peralihan) antara danau, sungai dan hutan rawa air tawar.

Wilayah yang berpaya-paya ini seringkali kaya akan jenis-jenis ikan, sehingga menjadi habitat yang penting bagi pelbagai margasatwa, terutama burung-burung merandai, bebek liar serta angsa liar. Juga berjenis-jenis buaya dan reptil lainnya seperti ular sanca dan anakonda.

BACA RINCI & LIHAT FOTO 😆

Monotremata

Monotremata (monos, tunggal + trema, lubang; menunjuk pada kloaka) adalah mammalia yang bertelur, bukannya beranak seperti marsupialia (Metatheria) dan mammalia berplasenta (Eutharia).

Ekidna adalah satu-satunya hewan dari ordo Monotremata yang masih bertahan hidup selain platipus. Keempat spesies yang masih hidup, merupakan hewan asli Papua dan Australia, semuanya termasuk ke dalam famili Tachyglossidae. Ekidna dinamai berdasarkan nama monster dalam mitologi Yunani kuno.

Ekidna moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), juga dikenal sebagai spiny anteater (pemakan semut berduri) karena makanannya yaitu semut dan rayap, adalah satu dari empat spesies ekidna yang masih hidup dan satu-satunya anggota dari genus Tachyglossus. Tubuh Ekidna moncong pendek tertutup bulu dan duri serta memiliki moncong yang unik dan lidah khusus sehingga bisa menangkap mangsa dengan cepat. Sepertimonotremata lainnya yang masih hidup, Ekidna moncong pendek bertelur; monotremata adalah satu-satunya kelompok mammalia yang dapat melakukannya.

BACA RINCI & LIHAT FOTO 😆

Platipus

Platipus adalah hewan semi-akuatik yang banyak ditemui di bagian timur benua Australia. Walaupun Platipus bertelur tapi ia tergolong ke dalam kelasMammalia karena ia menyusui anaknya. Platipus juga sering dikenal dengan nama duck-billed Platypus atau Platypus berparuh itik disebabkan bentuknya yang menyerupai bebek.

Platipus termasuk binatang yang aneh dari kerajaan Animalia. Binatang ini Mammalia tapi bertelur (mayoritas Mammalia beranak seperti anjing, kucing, beruang, dan sebagainya). Platipus memiliki paruh yang seperti bebek dan kaki berselaput. Seperti halnya kangguru dan koala, platipus menjadi simbol fauna Australia dan dapat ditemui di koin 20 sen Australia.

Temperatur tubuh platipus kira-kira 32oC. Temperatur ini lebih rendah dari kebanyakan Mammalia (sekitar 38oC). Tubuh platipus ditutupi bulu berwarna coklat yang menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Kaki platipus berselaput seperti bebek. Platipus juga memiliki paruh seperti bebek. Paruh ini digunakan sebagai organ sensor.

Berat platipus berkisar antara di bawah 1 kg sampai dengan lebih dari 2 kg. Panjang tubuhnya sekitar 30-40 cm dan panjang ekornya sekitar 10-15 cm (jantan) dan 8-13 cm (betina). Platipus jantan lebih besar hingga 3x betinanya.

Platipus juga adalah hewan berbisa. Bisa ini digunakan dalam pertarungan perebutan wilayah atau pertempuran antar teman. BACA RINCI 😆

Burung Rallidae

Porphyrio martinica

Rallidae, atau burung rail adalah keluarga burung berukuran kecil hingga menengah yang memiliki jumlah anggota yang besar. Famili ini menunjukkan tingkat diversitas yang cukup tinggi, dan jenis burung yang berada dalam famili ini meliputi crake, coot, dan gallinule. Banyak spesies yang akrab dengan tanah basah, meski banyak dari famili ini dtemukan di habitat daratan kecuali padang tandus, wilayah kutub, dan area alpine di atas wilayah bersalju.

Keluarga burung ini muncul di setiap benua kecuali Antartika. Terdapat banyak spesies kepulauan dari famili ini. Habitat yang umum adalah rawa atau hutan lebat. Rail umumnya berkembang biak di daerah bervegetasi padat.

Ciri yang paling umum dari burung jenis ini adalah mereka menempati daerah bervegetasi padat di wilayah yang lembab seperti daerah dekat sungai, rawa, atau danau. Area rumput air merupakan habitat favoritnya. Secara umum mereka adalah hewan pemalu dan sering bersembunyi sehingga sulit untuk diobservasi.

Kebanyakan spesies bergerak dan berlari dengan cepat di atas kakinya yang kuat. Dan mereka memiliki jari kaki yang panjang yang beradaptasi dengan baik pada permukaan yang lunak dan tidak rata. Mereka memiliki sayap yang pendek dan membulat, dan mereka adalah penerbang yang buruk. Mereka tidak mampu mencapai jarak penerbangan yang cukup jauh. BACA RINCI 😆

Burung Partridge

Chukar Partridge

Partridge adalah burung dari famili Phasianidae, keluarga burung pheasant. Mereka adalah burung non migratori dari Dunia Lama.

Partridge adalah burung berukuran medium. Partridge menempati daerah Eropa, Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dan mereka adalah burung yang sering berdiam di tanah serta pemakan biji-bijian.

Terdapat dua jenis partridge yang umum berada di Amerika Utara sebagai peliharaan, yaitu partridge chukar dan partridge abu-abu. Partridge abu-abu umum ditemukan di hutan lebat. Partridge abu-abu memiliki bulu yang kurang menarik dibandingkan partridge chukar.

Partridge memiliki panjang sekitar 26 cm dengan massa tidak lebih dari setengah kilogram. Mereka adalah burung buruan favorit.

BACA RINCI 😆