Sengon Laut

Jeungjing
Pohon jeungjing, Paraserianthes falcataria dari Darmaga, Bogor

Pohon jeungjing, Paraserianthes falcataria
dari Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Mimosoideae
Genus: Paraserianthes
Spesies: P. falcataria
Nama binomial
Paraserianthes falcataria
(L.) I.C. Nielsen
Sinonim
Albizia falcataria (L.) Fosberg
Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes

Jeungjing, jeunjing atau sengon laut adalah nama sejenis pohon penghasil kayu anggota suku Fabaceae. Pohon yang diklaim memiliki pertumbuhan tercepat di dunia ini, dapat mencapai tinggi 7m dalam waktu setahun, nama ilmiahnya adalah Paraserianthes falcataria.  Jeunjing menghasilkan kayu ringan yang berwarna putih, cocok untuk konstruksi ringan, peti-peti pengemas, papan partikel (particle board) dan papan lapis (blockboard).

Nama-nama lainnya adalah sika, selawaku (Maluku), bae, bai, wai, wahogon (Papua), batai (Mly.), kalbi, albasiah atau albise (Jw.. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama-nama Moluccan sau, falcata, atau white albizia.

Pengenalan

Semai (anak pohon) jeungjing

Pohon, sedang sampai agak besar, mencapai tinggi 40m dan gemang hingga 100cm atau lebih. Batang utama umumnya lurus dan silindris, dengan tinggi batang bebas cabang (clear bole) mencapai 20m. Pepagan berwarna kelabu atau keputih-putihan, licin atau agak berkutil, dengan jajaran lentisel. Bertajuk rindang dan renggang. Ranting yang muda bersegi, berambut.

Daun majemuk menyirip ganda, dengan satu kelenjar atau lebih pada tangkai atau porosnya, 23-30 cm. Sirip-sirip daun berjumlah 6-20 pasang, masing-masing berisi 6-26 pasang anak daun yang berbentuk elips sampai memanjang, dengan ujung yang sangat miring, runcing, 0,6-1,8 × 0,5 cm.

Bunga berkelamin dua, terkumpul dalam bulir yang bercabang, 10-25 cm, terletak di ketiak daun. Berbilangan 5, kelopak bunga bergigi setinggi lk. 2mm. Tabung mahkota bentuk corong, putih dan lalu menjadi kekuningan, berambut, tinggi lk. 6mm. Benangsari berjumlah banyak, putih, muncul keluar mahkota, pada pangkalnya bersatu menjadi tabung.

Buah polong tipis serupa pita, lurus, 6-12 × 2 cm, dengan tangkai sepanjang 0,5-1 cm. Polong memecah sepanjang kampuhnya. Biji 16 atau kurang.

Sifat-sifat kayu

Kayu terasnya berwarna hampir putih atau coklat muda; kayu gubalnya hampir tak terbedakan dari kayu teras.

Kayu jeungjing memiliki permukaan yang licin atau hampir licin, dan mengkilap; dengan tekstur yang agak kasar dan merata. Kayu yang masih segar berbau seperti petai, yang lambat laun menghilang apabila kayunya menjadi kering.

Termasuk ke dalam kayu ringan, jeungjing memiliki berat jenis sekitar 0,33. Kayu ini termasuk ke dalam kelas kuat IV-V, dan kelas awet IV-V. Kayu jeungjing cukup mudah diawetkan (keterawetan sedang) dan mudah pula dikeringkan, meskipun pada kayu yang seratnya tidak lurus mudah terjadi pencekungan dan pemilinan. Pengeringan alami papan dengan ketebalan 2,5 cm hingga kadar air sekitar 20% memerlukan waktu kurang-lebih 33 hari.

Kayu jeungjing relatif mudah dikerjakan: digergaji, diserut, dibentuk, diamplas, dan dibubut. Pemboran dan pembuatan lubang persegi terkadang memberikan hasil yang kurang memuaskan.

Pemanfaatan

Penggergajian kayu jeungjing di Jasinga, Bogor

Secara tradisional, kayu jeungjing di Jawa Barat banyak digunakan sebagai bahan ramuan rumah: papan-papan, kasau, balok, tiang dan sebagainya. Di Maluku, pada masa lalu kayu jeungjing biasa digunakan sebagai bahan pembuatan perisai karena sifatnya yang ringan, liat dan sukar ditembus.

Kini kayu jeungjing biasa digunakan untuk pembuatan papan, peti-peti pengemas, venir, pulp (bubur kayu), papan serat (fiber board), papan partikel (particle board), papan lapis (blockboard), korek api, kelom (alas kaki) dan kayu bakar.

Jeungjing juga kerap ditanam sebagai tanaman hias, pohon peneduh dan pelindung di perkebunan, pengendali erosi, pupuk hijau, serta sebagai penghasil kayu bakar. Daun-daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak (ayam dan kambing). Pepagannya menghasilkan zat penyamak, yang digunakan sebagai ubar jala.

Anak jenis dan kerabat dekat

Paraserianthes falcataria memiliki tiga anak jenis :

  • P.f. falcataria, aslinya menyebar di Maluku dan Papua
  • P.f. salomonensis Nielsen, dari Kepulauan Solomon
  • P.f. fulva (Lane-Poole) Nielsen (sinonim: Albizia fulva Lane-Poole dan Albizia eymae Fosberg), dari pegunungan Papua.

Jeungjing dibawa ke Kebun Raya Bogor oleh J. Teijsmann dari Pulau Banda dan sejak tahun 1871 tanaman ini mulai menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara.[3] Sekarang jeungjing telah ditanam di pelbagai negara tropis, terutama untuk produksi kayunya.

Di Papua Nugini bagian tenggara, didapati jenis Paraserianthes pullenii (Verdc.) Nielsen. Pohon ini kemungkinan menghasilkan kayu yang serupa dengan P. falcataria. Kemlandingan gunung (Paraserianthes lophanta (Willd.) Nielsen) adalah pohon kecil yang ditemukan menyebar di pegunungan-pegunungan di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok dan Flores, dan melompat ke Australia barat daya.

Ekologi dan silvikultur

Tegakan jeungjing di Darmaga, Bogor

Habitat asli P. falcataria adalah hutan-hutan primer, namun kemudian sering ditemui di hutan sekunder dan dataran banjir di tepian sungai, serta kadang-kadang di hutan pantai.

Jeungjing cocok di tempat yang beriklim basah hingga agak kering, mulai dari dataran rendah hingga ke pegunungan pada ketinggian 1.500 m dpl. Pohon ini dapat tumbuh pada tanah yang tidak subur, tanah becek maupun yang agak asin.

Permudaan alami jarang terjadi karena bijinya sukar tumbuh. Sebelum disemaikan, biji jeunjing perlu disiram air mendidih dan dibiarkan terendam selama 24 jam. Setelah itu dapat disemaikan dalam bedengan, dan dipindahkan ke lapangan setelah berumur 2-3 bulan. Anakan pohon di atas 3 bulan dapat dipindahkan dalam bentuk stump.

Biji-biji jeungjing cukup dikeringkan di udara selama 10-15 hari sebelum kemudian disimpan. Penyimpanan yang baik dalam wadah yang kering dan tertutup dapat mempertahankan daya tumbuh benih hingga setahun.

Jeungjing umum ditanam dalam jarak 2m × 2m hingga 4m × 4m. Untuk keperluan produksi kayu, tegakan ini pada umur 4-5 tahun kemudian dijarangi menjadi 250 batang perhektare; dan pada umur 10 tahun menjadi 150 batang/ha. Penebangan biasa dilakukan setelah tegakan berumur 12-15 tahun. Selain itu perlu pula dilakukan pemangkasan, karena jeungjing cenderung bercabang 2-3, yang kurang baik bagi produksi kayu. Untuk produksi pulp, jeungjing biasa dipanen lebih awal, yakni pada umur 8 tahun.

Tumbuh dengan cepat, pada rotasi tebangan 8-12 tahun riap volume rata-rata tahunan kayu jeungjing adalah antara 25-30 m³/ha. Pada tanah-tanah yang subur di Indonesia, riap ini bahkan dapat mencapai 50-55 m³/ha/tahun.

Jeungjing juga sering ditanam dalam bentuk wanatani, bercampur dengan aneka komoditas lain, termasuk padi ladang, cabai, kapulaga, hingga ke salak pondoh.

10 Tanggapan

  1. Wah2 saya cari informasi untuk penanganan penyakit tanaman atau pohon albasiah sampai saat ini belum ada yang kasih solusi, siapa yang tahu saya sangat membutuhkannya, yach! semoga ada rekans ada yg tahu toloooooooooong informasinya.

  2. makasih informasinya

  3. Saya bingung membaca jumlah pohon yang ditanam
    diatas ini, hanya 250 batang per HA.
    Sedangkan saya ada baca dilain terbitan dalam satu HA, sengon bisa panen sampai 2500 pohonpada 5 tahun, yang disebut panen besar, yang katanya bisa dijual per pohon antara Rp.350 rbiu s/d Rp 500 ribu.
    Jadi yang mana benar, karena hasil panen nya ada beda bumi dan langit, yaitu versi diatas 250 pohon per HA, dan versi lain 2500 pohon per HA.
    Mohon diberikan saya gambaran yang sebenarnya, karena saya ingin tanma Sengon dalam waktu dekat ini.
    Terima kasih banyak atas penjelasan Bapak2 yang akan disampaikan kepada saya.
    Hormat saya,

    Andi

    • boleh disampaikan refernsi yg menyebutkan 2500 / ha?

      jika dihitung secara matematis: 1ha = 10000 m2
      jika 10000 / 2500 = 4 m2/batang

      artinya dalam tiap wilayah seluas 4 m2 atau 2×2 m ada 1 batang

      selayaknya 2500 batang / ha lebih benar 😆

      terima kasih kunjungannya
      slamat bertanam
      smoga bermanfaat

  4. saya ingin investasi pohon jeungjing menguntungkan tidak yach selama 5 tahun.luas tanah 1 ha dgn cara sewa tanah ke penggarap. tolooooooooooooong saya donk tentang informasi jeungjing.

    • kalau hitungan dan pengelolaannya benar, selayaknya untung …

      namun hitungannya silahkan ditanyakan ke teman terdekat di wilayahnya …. nggak enak kalo salah …. 😆

      lebih baik mencoba daripada tidak. kita tidak akan pernah tau sampai kapanpun kalau ternyata kita bisa, jika tidak mencoba. namun tentunya pakai itungan yg baik.

      smoga sukses dengan kebun sengonnya.
      kalo sudah sukses, kabari sukses storinya

  5. saya ingin mencari benih jeungjing,tolong minta informasi nya,terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: