Malvaceae

Malvaceae
Bunga Malvus sp., memperlihatkan androginofor.

Bunga Malvus sp., memperlihatkan androginofor.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Juss.

Suku kapas-kapasan atau Malvaceae (baca:/malvase:/) merupakan kelompok tumbuhan dikotil yang anggota-anggotanya mencakup sejumlah tanaman budidaya penting, khususnya sebagai penghasil serat tekstil dan minyak. Manfaat lainnya adalah sebagai tanaman hias dan farmasetika. Beberapa Malvaceae merupakan penghasil kayu perdagangan.

Ciri-ciri umum

Bentuknya dapat berupa perdu atau pohon. Bunganya menjadi ciri khasnya yang penting karena biasanya besar dan membentuk corong. Kelopak bunganya bersatu (tidak terpisah-pisah). Mahkota bunganya lima, tersambung di bagian pangkal sehingga bila gugur selalu bersama-sama, tidak luruh sendiri-sendiri. Benang sari biasanya banyak dan tersambung dengan putik.

Malvaceae dalam taksonomi

Taksonomi Malvaceae agak rumit. Dalam arti sempit (sensu stricto), Malvaceae bersifat monofiletik, baik berdasarkan kajian fenotipe (morfologi) maupun molekuler. Namun, kenyataan yang ditemukan secara molekuler menunjukkan bahwa tiga suku yang diketahui berkerabat dekat dengan Malvaceae, yaitu Tiliaceae, Sterculiaceae, dan Bombacaceae, ternyata polifiletik (sebagai contoh, kakao yang sebelumnya dianggap sebagai anggota Sterculiaceae ternyata lebih dekat kekerabatannya dengan anggota-anggota Malvaceae s.s.). Untuk mengatasinya, cakupan (circumscriptum) Malvaceae diperluas. Dalam arti luas (sensu lato), yang dipakai dalam artikel ini, Malvaceae mencakup sembilan anaksuku yang mencakup pula anggota-anggota ketiga suku yang berkerabat tadi.

Kesembilan anaksuku itu adalah

  • Bombacoideae (16 marga, 120 jenis)
  • Brownlowioideae (8 marga, 68 jenis)
  • Byttnerioideae (26 marga, 650 jenis)
  • Dombeyoideae (21 marga, 381 jenis)
  • Grewioideae (25 marga, 770 jenis)
  • Helicteroideae (2 tribus, 8-10 marga, 95 jenis)
  • Malvoideae (78 marga, 1670 jenis)
  • Sterculioideae (12 marga, 430 jenis)
  • Tilioideae (3 marga, 50 jenis)

Anggota penting

Berikut adalah anggota-anggota Malvaceae yang penting bagi manusia:

  • kapas
  • kembang sepatu
  • kenaf
  • okra
  • rosela
  • sidagori
  • tembakau
  • waru

Apabila pengertian sensu lato dipakai, maka tanaman berikut ini juga termasuk di dalamnya:

  • balsa (Bombacaceae)
  • baobab (Bombacaceae)
  • durian (Bombacaceae)
  • kapok (Bombacaceae)
  • kakao (penghasil coklat, Sterculiaceae)
  • kola (Sterculiaceae)
  • randu alas (Bombacaceae)

Berikut adalah daftar marga angota suku kapas-kapasan atau Malvaceae (s.l., arti luas).

Marga dikelompokkan berdasarkan anaksuku masing-masing.

Bombacoideae

Tumbuhan, terna atau pohon/perdu; daun berseling, biasanya berbentuk tangan, berlekuk, dengan stipula kecil. Bunga hermafrodit, aktinomorf; kelopak lima helai, bergabung di pangkal, seringkali disertai dengan epicalyx; mahkota lima helai, terlepas; alat jantan dengan banyak benang sari (stamen), khas dengan tangkai sari (filamen) bergabung di tabung sari yang mengelilingi putik, serbuk sari halus; bakal buah di atas dengan banyak daun buah (pluricarpellate). Buah tipe kotak atau belah (schizocarp).

Genera
  • Adansonia
    • Adansonia digitata (baobab).
  • Aguiaria
  • Bernoullia
  • Bombax
    • Bombax ceiba – randu alas
  • Camptostemon
  • Catostemna
  • Cavanillesia
  • Ceiba
    • Ceiba pentandra – kapok randu
  • Chiranthodendron
  • Eriotheca
  • Fremontodendron
  • Gyranthera
  • Huberodendron
  • Matisia
  • Neobuchia
  • Ochroma
    • Ochroma lagopus – balsa
  • Pachira
  • Patinoa
  • Pentaplaris
  • Phragmotheca
  • Pseudobombax
  • Quararibea
  • Scleronema
  • Septotheca
  • Spirotheca

Camptostemon dan Pentaplaris barangkali lebih tepat dimasukkan ke dalam Malvoideae, sebagaimana Matisia, Phragmotheca, dan Quararibea.

Brownlowioideae

  • Berrya
  • Brownlowia
  • Carpodiptera
  • Christiana
  • Diplodiscus
  • Hainania
  • Indagator
  • Jarandersonia
  • Pentace
  • Pityranthe

Byttnerioideae

Dengan 26 marga dan 650 spesies. Kebanyakan dari daerah tropika, terutama Amerika. Beberapa di antaranya adalah

  • Ayenia (70)
  • Byttneria (135)
  • Hermannia (100)
  • Melochia (55)
  • Theobroma (20; semula dimasukkan ke dalam Sterculiaceae)
    • Theobroma cacao – kakao

Dombeyoideae

Ada sekitar 20 marga anggota Dombeyoideae:

  • Astiria Lindl. – mungkin dapat dimasukkan ke dalam Dombeya
  • Burretiodendron – sebelumnya anggota Tiliaceae
  • Cheirolaena Benth
  • Corchoropsis Siebold & Zucc. – sebelumnya anggota Tiliaceae
  • Dombeya
  • Eriolaena
  • Harmsia K.Schum.
  • Helmiopsiella Arenes
  • Helmiopsis H.Perrier
  • Melhania
  • Nesogordonia
  • Paradombeya Stapf
  • Paramelhania Arenes
  • Pentapetes L.
  • Pterospermum
  • Ruizia Cav.
  • Schoutenia – sebelumnya anggota Tiliaceae
  • Sicrea – sebelumnya anggota Tiliaceae
  • Trochetia
  • Trochetiopsis

Grewioideae

Namanya diambil dari nama seorang ahli botani Inggris. Berikut adalah marga-marga anggotanya:

  • Ancistrocarpus
  • Apeiba
  • Clappertonia
  • Colona
  • Corchorus
  • Desplatsia
  • Duboscia
  • Eleutherostylis
  • Entelea
  • Erinocarpus
  • Glyphaea
  • Goethalsia
  • Grewia
  • Heliocarpus
  • Hydrogaster
  • Luehea
  • Lueheopsis
  • Microcos
  • Mollia
  • Pseudocorchorus
  • Sparrmannia
  • Tetralix
  • Trichospermum
  • Triumfetta
  • Vasivaea
  • Vinticena

Helicteroideae

Anaksuku ini kebanyakan beranggotakan tumbuhan tropika di Asia.

  • Boschia
  • Coelostegia
  • Cullenia
  • Durio – sekitar 30 jenis durian budidaya dan liar
  • Helicteres
  • Kostermansia
  • Mansonia
  • Neesia
  • Neoregnellia
  • Reevesia
  • Triplochiton
  • Ungeria

Malvoideae

Kembang sepatu dengan androginofor yang jelas.

Anaksuku ini dapat dikatakan sebagai Malvaceae “inti” karena memiliki ciri khas Malvaceae arti sempit: bagian seksual dari bunganya tersusun pada struktur yang disebut androgynophorum (androginofor), berupa tangkai panjang di tengah-tengah bunga yang pada tepinya ditumbuhi benang-benang sari dan di ujungnya terletak putik.

Anaksuku ini memiliki empat tribus (terdapat beberapa marga yang tidak dimasukkan ke dalam salah satu dari keempatnya), 78 marga, dengan sekitar 1670 jenis. Hibiscus adalah marga dengan anggota terbanyak (seitar 550 jenis).

Tribus Malveae
  • Tribus dengan sekitar 69 marga.
    • Abutilon – tanaman hias
    • Acaulimalva
    • Akrosida
    • Alcea
    • Allosidastrum
    • Allowissadula
    • Althaea dengan sekitar 12 jenis
    • Andeimalva dengan empat jenis di Andes
    • Anisodontea
    • Anoda
    • Asterotrichion dengan satu-satunya jenis:
      • Asterotrichion discolor (Hook.) Melville dari Tasmania
    • Bakeridesia
    • Bastardiastum
    • Bastardia
    • Bastardiopsis
    • Batesimalva
    • Billieturnera dengan satu-satunya jenis:
      • Billieturnera helleri (Rose) Fryxell dari Teluk Meksiko
    • Briquetia
    • Calyculogygas dengan satu-satunya jenis:
      • Calyculogygas uruguayensis Krapov. dari Uruguay
    • Callirhoe
    • Calyptraemalva: dengan satu-satunya jenis:
    • Calyptraemalva catharinensis Krapov. asal Santa Catarina, Brasil
    • Corynabutilon
    • Cristaria
    • Dendrosida
    • Eremalche
    • Fryxellia

Sterculioideae

Sterculioideae mengelompokkan kurang lebih 12 marga. Anaksuku ini sebelumnya memiliki status sebagai suku (Sterculiaceae), namun karena ternyata ia (dan beberapa anaksuku Malvaceae lainnya) parafiletik, dilakukan reorganisasi dan statusnya turun menjadi anaksuku Malvaceae s.l. Berikut adalah marga-marga anggotanya:

  • Acropogon, dengan 22 jenis, endemik New Kaledonia;
  • Brachychiton, dengan 31 jenis di Australia dan Pulau Niugini;
  • Cola, sekitar 100 jenis di Afrika tropis, termasuk Kola;
  • Firmiana, dua belas jenis dari Asia Tenggara dan Oseania;
  • Franciscodendron, endemik Australia: Franciscodendron laurifolium
  • Heritiera, 35 jenis, di antaranya H. utilis di hutan mangrove Afrika Barat, H. littoralis di hutan mangrove India dan pesisir barat Samudra Pasifik;
  • Hildegardia, seluruhnya 11 jenis: sembilan di paleotropis dan Madagaskar, satu di Kuba dan satu jenis di Australia;
  • Octolobus, dua hingga tiga jenis di Oseania;
  • Pterocymbium, sepuluh hingga dua belas jenis di Asia Timur;
  • Pterygota, 20 jenis, pantropis, kecuali Australia;
  • Scaphium, sepuluh jenis dari Asia Tenggara;
  • Sterculia, sekitar 200 sampai 300 jenis, pantropis, banyak di antara merupakan penghasil kayu; contohnya kepuh (S. foetida).

Tilioideae

Tilioideae bersumber dari anggota-anggota Tiliaceae (tidak dipakai lagi) yang telah dipecah ke dua anaksuku Malvaceae lainnya. Anggotanya sekarang adalah Tilia, Craigia, dan Mortoniodendron.

Durio
Lai, Durio kutejensis; dari Sungai Utik, Embaloh Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Lai, Durio kutejensis;
dari Sungai Utik, Embaloh Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (Bombacaceae)
Genus: Durio
Adanson
Spesies
Sekitar 30 spesies, lihat pada teks.

Durio adalah nama marga durian; termasuk ke dalam suku Malvaceae (dahulu Bombacaceae). Dari sekitar 30 spesies anggota marga ini, sejauh ini diketahui 9 spesies yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Meskipun demikian, masih banyak spesies yang buahnya belum berhasil dikoleksi atau belum dikenal dengan baik; dan masih sangat mungkin untuk mendapatkan spesies lain yang buahnya mungkin dapat dimakan.

Jenis-jenisnya

Sembilan spesies yang buahnya telah diketahui dapat dimakan, adalah:

  • Durio zibethinus, durian .
  • Durio dulcis (Becc.), durian marangang (atau merangang), tutong, atau lahung.
  • Durio grandiflorus (Kosterm. & Soegeng), durian munjit.
  • Durio graveolens (Becc.), durian burung, durian otak udang galah, atau tabelak.
  • Durio kutejensis Hassk. & Becc., lai, nyekak atau pekawai.
  • Durio lowianus (Scort. & King), durian duan.
  • Durio macrantha (Kosterm.).
  • Durio oxleyanus (Griff.), durian sukang, durian beludu, isu atau kerantungan.
  • Durio testudinarum (Becc.), durian kura-kura.

Selebihnya adalah jenis-jenis yang belum diketahui menghasilkan buah yang dapat dimakan. Ialah:

  • Durio acutifolius (Mast.) Kosterm.: diketahui menyebar di Kalimantan dan Sabah.
  • Durio affinis (Becc.): di Kalimantan Barat dan Sabah.
  • Durio beccarianus (Kosterm. & Soegeng): di Kalimantan Barat.
  • Durio bukitrayaensis (Kosterm.)
  • Durio burmanicus (Soegeng)
  • Durio carinatus (Mast.): di Semenanjung Malaya dan Borneo.
  • Durio crassipes (Kosterm.): di Sabah (di wilayah Tenom dan Sipitang).
  • Durio excelsus (Korth.) Bakh.: di Kalimantan.
  • Durio griffithii (Mast.) Bakh.: di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Borneo.
  • Durio kinabaluensis (Kosterm & Soegeng): di Sabah.
  • Durio lanceolatus (Mast.): di Borneo.
  • Durio lissocarpus (Mast.): di Borneo.
  • Durio macrolepis (Kosterm.): di Semenanjung Malaya.
  • Durio macrophyllus (Ridl.): di Semenanjung Malaya.
  • Durio malaccensis (Planch.): di Semenanjung Malaya dan Sumatra.
  • Durio mansoni (Gamble) Bakh.: di Burma.
  • Durio oblongus (Mast.): di Sarawak.
  • Durio pinangianus (Ridl.): di Semenanjung Malaya (Perak, Penang).
  • Durio purpureus (Kosterm. & Soegeng.): di Kalimantan Barat.
  • Durio singaporensis (Ridl.): di Semenanjung Malaya.
  • Durio wyatt-Smithii (Kosterm.): di Semenanjung Malaya (Terengganu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: