Gadung,Gembili, Gembolo

Gadung
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Dioscoreales
Famili: Dioscoreaceae
Genus: Dioscorea
Spesies: D. hispida
Nama binomial
Dioscorea hispida
Daenst.

Gadung (Dioscorea hispida Daenst., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Gadung menghasilkan umbi yang dapat dimakan, namun mengandung racun yang dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila kurang benar pengolahannya. Produk gadung yang paling dikenal adalah dalam bentuk keripik meskipun rebusan gadung juga dapat dimakan. Umbinya dapat pula dijadikan arak (difermentasi) sehingga di Malaysia dikenal pula sebagai ubi arak, selain taring pelandok.

Tumbuhan gadung merambat dan arah rambatannya selalu berputar ke arah kiri (melawan jarum jam jika dilihat dari atas). Ciri khas ini penting untuk membedakannya dari gembili yang memiliki penampilan mirip namun berputar ke kanan. Daunnya berbentuk jantung. Batangnya ditumbuhi duri.

Dari tumbuhan gadung muncul istilah “gadungan”, karena gadung serupa dengan ubi gembili tetapi umbinya beracun, sehingga “membohongi” orang yang mengonsumsinya. Di Jakarta Timur, ada daerah yang bernama Pulo Gadung, asal katanya mengacu kepada nama tanaman ini.

Pohon Gadung

Gembili
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Dioscoreales
Famili: Dioscoreaceae
Genus: Dioscorea
Spesies: D. esculenta
Nama binomial
Dioscorea esculenta
L.

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.

Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.

Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar di masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan.

Nama “gembili” juga dipakai dalam salah satu tokoh komik strip “Panji Koming”, yaitu isteri sahabatnya: “Ni Dyah Woro Gembili”.

Dalam bahasa Inggris gembili dikenal sebagai lesser yam.

Gembolo
Gembolo, memperlihatkan umbi udara

Gembolo, memperlihatkan umbi udara
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Dioscoreales
Famili: Dioscoreaceae
Genus: Dioscorea
Spesies: D. bulbifera
Nama binomial
Dioscorea bulbifera

Gembolo (Dioscorea bulbifera, suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang ditanam di pekarangan. Tanaman ini semakin jarang dikenal dan hanya bisa dijumpai di desa-desa. Umbi gembolo serupa dengan umbi gembili namun berukuran lebih besar.

Tumbuhan gembolo merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Tumbuhan ini juga dapat menghasilkan umbi dari batang yang ada di permukaan. Umbi ini disebut “umbi udara” dan dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan vegetatif.

Gembolo sekarang tersebar ke seluruh daerah tropika dan di beberapa tempat di Afrika menjadi sumber karbohidrat penting.

Iklan

7 Tanggapan

  1. hello,

    Thank you for the great quality of your blog, every time i come here, i’m amazed.

    black hattitude.

  2. Mohon Tampilkan Refensi yg lain.

  3. say dapat bibit gembolo dari teman yang pamannya di jepang. saya ingin tahu cara pengolahannya karena sebentar lagi akan memanennya. bisa bantu saya?

    • gembolo seperti umbi-umbian lainnya, mudah saja direbus / dikukus juga bisa digoreng …. selamat mencoba

      terima kasih kunjungannya 😆

    • Ibu Emi Amalia, apakah saya bisa mendapatkan bibit gembolo yg Ibu tanam? Bagaimana caranya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: