Dipterocarpaceae, Baung, Keruing, Meranti, Perca, Tengkawang

Dipterocarpaceae
Dipterocarpus retusus

Dipterocarpus retusus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genera
Anisoptera
Cotylelobium
Dipterocarpus
Dryobalanops
Hopea
Marquesia
Monotes
Neobalanocarpus
Pakaraimaea
Parashorea
Pseudomonotes
Shorea
Stemonoporus
Upuna
Vateria
Vateriopsis
Vatica

Suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae merupakan sekelompok tumbuhan pantropis yang anggota-anggotanya banyak dimanfaatkan dalam bidang perkayuan. Suku ini praktis semuanya berupa pohon, yang biasanya sangat besar, dengan ketinggian dapat mencapai 70-85m. Hutan Kalimantan merupakan satu pusat keragaman suku ini. Karena banyak dieksploitasi, beberapa anggota penting suku ini telah masuk dalam Red List IUCN sebagai spesies terancam punah.

Beberapa anggotanya yang tumbuh di Kalimantan Barat:

  • keruing (Dipterocarpus elongatus Korth., status IUCN: CR)
  • mersawa (D. crinitus Bl.)
  • kapur (Dryobalanops oblongifolia Dyer, EN)
  • bangkirai (Shorea laevis Ridd., LR)
  • meranti putih/melapi (S. virescens Parijs)
  • meranti kuning (S. macroptera Dyer, CR)
  • meranti merah (S. parvifolia Dyer, EN)
  • tengkawang (S. pinanga Scheff.)
  • meranti batu (Hopea mengarawan Miq., CR)
Meranti merah
Pohon tengkawang (Shorea sp.), sejenis meranti merah

Pohon tengkawang (Shorea sp.),
sejenis meranti merah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Shorea
Roxb. ex C.F.Gaertn.
Spesies
lihat pada teks

Meranti merah adalah nama sejenis kayu pertukangan yang populer dalam perdagangan. Berbagai jenis kayu meranti dihasilkan oleh marga Shorea dari suku Dipterocarpaceae. Sekitar 70 spesies dari marga ini menghasilkan kayu meranti merah.

Sifat-sifat kayu

Meranti merah tergolong kayu keras berbobot ringan sampai berat-sedang. Berat jenisnya berkisar antara 0,3 – 0,86 pada kandungan air 15%. Kayu terasnya berwarna merah muda pucat, merah muda kecoklatan, hingga merah tua atau bahkan merah tua kecoklatan. Berdasarkan BJnya, kayu ini dibedakan lebih lanjut atas meranti merah muda yang lebih ringan dan meranti merah tua yang lebih berat. Namun terdapat tumpang tindih di antara kedua kelompok ini, sementara jenis-jenis Shorea tertentu terkadang menghasilkan kedua macam kayu itu.

Menurut kekuatannya, jenis-jenis meranti merah dapat digolongkan dalam kelas kuat II-IV; sedangkan keawetannya tergolong dalam kelas III-IV. Kayu ini tidak begitu tahan terhadap pengaruh cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk penggunaan di luar ruangan dan yang bersentuhan dengan tanah. Namun kayu meranti merah cukup mudah diawetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dengan kreosot.

Pemanfaatan

Meranti merah merupakan salah satu kayu komersial terpenting di Asia Tenggara. Kayu ini juga yang paling umum dipakai untuk pelbagai keperluan di kawasan Malesia.

Kayu ini lazim dipakai sebagai kayu konstruksi, panil kayu untuk dinding, loteng, sekat ruangan, bahan mebel dan perabot rumahtangga, mainan, peti mati dan lain-lain. Kayu meranti merah-tua yang lebih berat biasa digunakan untuk konstruksi sedang sampai berat, balok, kasau, kusen pintu-pintu dan jendela, papan lantai, geladak jembatan, serta untuk membuat perahu.

Meranti merah baik pula untuk membuat kayu olahan seperti papan partikel, harbor, dan venir untuk kayu lapis. Selain itu, kayu ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan pembuatan kertas.

Di samping menghasilkan kayu, hampir semua meranti merah menghasilkan damar, yakni sejenis resin yang keluar dari batang atau pepagan yang dilukai. Damar keluar dalam bentuk cairan kental berwarna kelabu, yang pada akhirnya akan mengeras dalam warna kekuningan, kemerahan atau kecoklatan, atau lebih gelap lagi.

Beberapa jenis meranti merah menghasilkan buah yang mengandung lemak serupa kacang, yang dikenal sebagai tengkawang. Pada musim-musim tertentu setiap beberapa tahun sekali, buah-buah tengkawang ini dihasilkan dalam jumlah yang berlimpah-ruah; musim mana dikenal sebagai musim raya buah-buahan di hutan hujan tropika. Di musim raya seperti itu, masyarakat Dayak di pedalaman Pulau Kalimantan sibuk memanen tengkawang yang berharga tinggi.

Ragam jenis dan penyebaran

Dari 70 spesies Shorea yang termasuk dalam kelompok meranti merah, terbanyak dijumpai di Kalimantan (62 spesies), diikuti oleh Sumatra (23 spesies) dan Semenanjung Malaya (19 spesies). Di luar wilayah-wilayah itu, meranti merah juga ditemukan di Thailand selatan, Filipina dan Maluku.

Berikut ini adalah daftar yang belum lengkap mengenai jenis-jenis meranti merah. Nama-nama daerah dan jenis kayu yang dihasilkannya merujuk pada Soerianegara dan Lemmens (2002)

Nama ilmiah Nama Indonesia Penyebaran Nama-nama lokal Jenis kayu
Shorea acuminata Dyer Meranti hitam batang Sem. Malaya, Sumatra, Kep. Riau, Kep. Lingga meranti sarang burung meranti merah-muda, m. merah-tua
Shorea balangeran (Korth.) Burck Balangeran Kalimantan, Bangka, Belitung kahoi (Klm.), melangir (Babel) meranti merah, balau merah, balangeran
Shorea contorta S.Vidal White lauan (Ingg.) Endemik di Filipina Mindanao white-lauan, malaanonang meranti merah-muda, meranti putih
Shorea lepidota (Korth.) Blume Tengkawang gunung Sem. Malaya, Sumatra meranti ketrahan, meranti rumbai (Sumt.), meranti langgong, damar siput (Mal.) meranti merah-muda
Shorea negrosensis Foxw. Red lauan Endemik di Filipina malatbang, manggachapui meranti merah
Shorea palosapis (Blanco) Merr. Mayapis Endemik di Filipina tabak, pura meranti merah-muda
Shorea polysperma (Blanco) Merr. Tangile Endemik di Filipina balagayan, malagiso, dark-red Philippine mahogany meranti merah-tua
Shorea selanica (DC.) Blume Meranti bapa Endemik di Maluku barat daya biahut (Buru), kayu bapa meranti merah
Shorea singkawang (Miq.) Miq. Sengkawang pinang Sem. Malaya dan Sumatra bag. timur maak on (Thai), meranti bahru, meranti sengkawang merah (Mal.), singkawang daun halus (Sumt.) meranti merah-tua
Seksi Brachypterae
Shorea almon Foxw. Meranti buaya bukit Kalimantan timur laut (Sabah, Brunei), Filipina seraya kerukup (Sabah), danlig-mayapis, almon (Fil.) meranti merah
Shorea andulensis P.S.Ashton
Shorea bullata P.S.Ashton
Shorea carapae P.S.Ashton
Shorea coriacea Burck Meranti jurai Endemik di Kalimantan meranti tangkai panjang (Brun., Swk.), seraya tangkai panjang (Sabah), samar benua (Kalbar), lampong mengkabang (Klm. bag tenggara) meranti merah
Shorea fallax Meijer Engkabang layar Endemik di Kalimantan meranti sepit undang (Brun.), kontoi, tuntong seluing (Klm.), engkabang pinang (Swk.), seraya daun kasar (Sabah)
Shorea flaviflora Wood ex P.S.Ashton
Shorea flemmichii Symington Meranti raya Terbatas di Serawak dan Brunei kayu raya (Brun.) meranti merah-tua
Shorea inaequilateralis Symington Semayur Terbatas di Serawak dan Brunei semayur meranti merah, balau merah, semayur
Shorea johorensis Foxw. Merkuyung Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kalimantan meranti majau (Brun., Swk.), selangan pelandok, damar kanuar (Klm.), seraya majau (Sabah), merkuyang putih (Sumt.) meranti merah-muda
Shorea kunstleri King
Shorea monticola P.S.Ashton
Shorea pachyphylla Ridl. ex Symington Meranti mesupang Endemik di Kalimantan bag. barat laut meranti kerukup, kukup (Brun., Swk.), tengkawang hutan padang (Kalbar) meranti merah-tua
Shorea palembanica Miq. Tengkawang majau Sem. Malaya, Sumatra dan Kalimantan meranti tengkawang ayer, merpak (Mal.), melebekan (Sumt.), engkabang asu (Brun., Swk.) meranti merah-muda, m. merah-tua
Shorea parvistipulata F.Heim
Shorea pauciflora King Meranti ketuko Sem. Malaya, Sumatra, dan Kalimantan meranti memesu (Mal.), ketuko nilau (Sumt.), meranti cheriak (Brun., Swk.), obar suluk (Brun. Sabah), abang gunung (Kaltim) meranti merah-tua
Shorea platyclados v.Slooten ex Foxw. Banio Sem. Malaya, Sumatra, dan Kalimantan meranti bukit (Mal., Brun.), meranti cingham (Sumt. timur), seraya bukit (Sabah), ketir (Kalsel) meranti merah-tua
Shorea pubistyla P.S.Ashton
Shorea scaberrima Burck Tengkawang kijang Endemik di Kalimantan bag barat laut kontoi entimus, meranti sandakan (Kalbar), meranti paya bersisek (Brun., Swk.), engkabang pinang, kawang bukit (Sabah) meranti merah-muda
Shorea smithiana Symington Meranti merumbung Endemik di Kalimantan bagian utara dan timur meranti rambai (Brun., Swk.), meraka belang (Brun.), seraya timbau (Swk.), campega, kakan putih (Kaltim) meranti merah-muda
Shorea venulosa Wood ex Meijer Meranti tangkai panjang padi Endemik di Kalimantan bagian utara seraya kerangas (Sabah) meranti merah-tua
Shorea waltoni Wood ex Meijer
Seksi Mutica
Subseksi Auriculatae
Shorea acuta P.S.Ashton
Shorea ferruginea Dyer ex Brandis Tehan betung Endemik di Kalimantan meranti menalit (Brun., Swk.), seraya melantai kecil (Sabah), lampong tahan, tehan paru (Klm. bag. tenggara) meranti merah-muda
Shorea macroptera Dyer Meranti melantai Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kalimantan chanhoi (Thai), meranti kuning (Sumt.), lukup (Riau), sepit udang, tengerangan sibu (Kaltim), seraya melantai (Sabah) meranti merah-muda, melantai
Shorea myrionerva Symington ex P.S.Ashton
Shorea sagittata P.S.Ashton
Shorea slootenii Wood ex P.S.Ashton
Subseksi Mutica
Shorea argentifolia Symington Senkajang Endemik di Kalimantan bag timur laut merangau, meranti binatoh, seraya pasir, seraya pipit meranti merah
Shorea curtisii Dyer ex King Meranti seraya Sem. Malaya, Riau, Kep. Lingga, Kalimantan saya-daeng, saya-luang (Thai), seraya (Brunei, Melayu, Serawak), meranti merah-tua
Shorea dasyphylla Foxw. Meranti sabut Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan bag. barat laut meranti balur, meranti gombung (Sumt.), meranti batu (Mly.) meranti merah
Shorea foraminifera P.S.Ashton
Shorea hemsleyana (King) King ex Foxw. Meranti kunyit Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kalimantan bag. barat laut meranti gading (Brun., Swk.), meranti rawang (Sumt.), chengal pasir daun-besar (Mly.), phayom-khao (Thai) meranti merah-muda, m. merah-tua
Shorea leprosula Miq. Meranti tembaga Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan saya-daeng (Thai), kontoi bayor (Kalbar), lempong kumbang (Kaltim), meranti pusuh (Swk.) meranti merah-muda
Shorea macrantha Brandis Meranti kait-kait Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kalimantan bag. barat laut meranti lengkung daun (Sumt.), meranti kepong hantu (Mal.), engkabang bungkus (Brun., Swk.) meranti merah-muda, m. merah tua
Shorea ovata Dyer ex Brandis Meranti mandirawan Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan, Mindanao meranti sarang punai bukit (Mal.), ketrahan (Sumt. bag utara), bangkirai lintah (Kalsel), meranti pitis (Swk.), seraya punai bukit (Sabah), tiaong (Fil.) meranti merah-tua
Shorea pallidifolia P.S.Ashton
Shorea parvifolia Dyer Meranti sarang punai Sem. Malaya, Sumatra dan Kalimantan saya-luang (Thai), kayu lempung, kontoi burung (Kalbar), abang gunung (Kaltim), seraya punai (Sabah), meranti samak (Swk.) meranti merah-muda
Shorea platycarpa F.Heim Meranti paya Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan dan pulau-pulau sekitarnya meranti lengkung daun (Sumt.), pengerawan pepa (Kalbar), lanan tembaga (Kalsel), seraya paya (Sabah) meranti merah-muda, m. merah tua
Shorea quadrinervis v.Slooten Meranti tempelong Endemik di Kalimantan bag barat laut meranti sudu (Brun., Swk.), sasak merambai (Swk.), seraya sudu (Sabah), kontoi genut, tengkawang tikus (Kalbar) meranti merah-muda
Shorea retusa Meijer
Shorea revoluta P.S.Ashton
Shorea rubra P.S.Ashton
Shorea rugosa F.Heim Meranti lanan Endemik di Kalimantan meranti buaya hantu (Brun., Swk.), seraya buaya hantu (Sabah), awang belaitok (Kaltim), bangkirai lutung (Kalsel) meranti merah tua
Shorea scabrida Symington Meranti tembalang Sumatra bag timur dan Kalimantan meranti pepak lantai, pengerawan surai (Kalbar), meranti telor, meranti lop (Brun., Swk.), seraya lop (Sabah) meranti merah muda
Shorea teysmanniana Dyer ex Brandis Meranti daun halus Sem. Malaya, Sumatra bag timur, dan Kalimantan meranti bunga (Mal.), meranti bunga tanjung (Sumt.), meranti lilin (Brun., Swk.), seraya bunga (Sabah), lintang (Kalsel) meranti merah-muda
Shorea uliginosa Foxw. Meranti daun lebar Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Bangka, dan Kalimantan bag. barat meranti bakau (Mal.), meranti kelungkung daun (Sumt.), pengarawan buaya (Kalbar), meranti buaya (Brun., Swk.), perawan durian (Swk.) meranti merah-tua, meranti bakau
Seksi Ovalis
Shorea ovalis (Korth.) Blume Meranti kelungkung Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan kepong labu, meranti kepong (Mal.), meranti sepang (Sumt.), seraya kepong (Sabah), abang gunung putih (Kaltim) meranti merah-muda
Seksi Pachycarpae
Shorea amplexicaulis P.S.Ashton Tengkawang mege Endemik di Kalimantan meranti kawang, kawang pinang, awang rambut, orai lanyung meranti merah-muda
Shorea beccariana Burck Tengkawang tengkal Endemik di Kalimantan bag utara meranti langgai (Brun., Swk., Sabah), engkabang maha (Kalbar), abang (Dusun) meranti merah
Shorea macrophylla (de Vriese) P.S.Ashton, Tengkawang hantelok Endemik di Kalimantan kawang jantong (Brun., Sabah), engkabang jantong, engk. ringgit (Swk.), kawang katolok, tengkawang buah (Kaltim) meranti merah-muda, meranti putih, kawang jantong
Shorea mecystopteryx Ridley Tengkawang layar Endemik di Kalimantan enkabang larai (Swk.), kawang tikus, meranti kawang burong (Brun., Sabah), abang alit (Kaltim) meranti merah-muda
Shorea pilosa P.S.Ashton
Shorea pinanga Scheff. Tengkawang rambai Endemik di Kalimantan awang boi (Klm. bag tenggara), meranti langgai bukit (Brun., Swk.), kawang pinang (Sabah) meranti merah-muda
Shorea praestans P.S.Ashton
Shorea rotundifolia P.S.Ashton
Shorea splendida (de Vriese) P.S.Ashton Tengkawang bani Endemik di Kalimantan bag barat tengkawang goncang, tengkawang rambai (Kalbar), engkabang bintang, melindang (Swk.) meranti merah-muda
Shorea stenoptera Burck Tengkawang tungkul Endemik di Kalimantan bag barat tengkawang tayau (Kalbar), engkabang rusa (Swk.), engkabang kerangas (Iban) meranti merah
Shorea woodii P.S.Ashton
Seksi Rubella
Shorea albida Symington Alan batu Kalimantan barat, Serawak alan bunga, seringawan meranti merah-tua, balau merah
Shorea dispar P.S.Ashton
Shorea elliptica Burck
Shorea rubella P.S.Ashton
Tengkawang
Buah tengkawang

Buah tengkawang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Shorea
Roxb. ex C.F.Gaertn.
Spesies
lihat pada teks

Tengkawang adalah nama buah dan pohon dari beberapa jenis Shorea, suku Dipterocarpaceae, yang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Pohon-pohon tengkawang ini hanya terdapat di Kalimantan. Dalam bahasa Inggris tengkawang dikenal sebagai illipe nut atau Borneo tallow nut.

Jenis-jenis tengkawang

Ada belasan jenis pohon tengkawang, di antaranya:

  • Shorea amplexicaulis P.S.Ashton, tengkawang mege
  • Shorea beccariana Burck, tengkawang tengkal
  • Shorea compressa
  • Shorea fallax Meijer, engkabang layar
  • Shorea havilandii Brandis, selangan batu pinang, tengkawang ayer
  • Shorea lepidota (Korth.) Blume, tengkawang gunung
  • Shorea macrantha Brandis, engkabang bungkus
  • Shorea macrophylla (de Vriese) P.S.Ashton, tengkawang hantelok
  • Shorea mecystopteryx Ridl. tengkawang layar
  • Shorea palembanica Miq., tengkawang majau
  • Shorea pinanga Scheff., tengkawang rambai
  • Shorea scaberrima Burck, tengkawang kijang
  • Shorea seminis (de Viese) v.Slooten, tengkawang terendak
  • Shorea singkawang (Miq.) Miq., sengkawang pinang
  • Shorea splendida (de Vriese) P.S.Ashton, tengkawang bani
  • Shorea stenoptera Burck, tengkawang tungkul
  • Shorea sumatrana Sym. ex Desch, kedawang, tengkawang batu

Produksi

Membuang sayap-sayap buah tengkawang sebelum diasapi

Sebagaimana umumnya Shorea, tengkawang tidak selalu berbuah pada setiap tahun. Dan ada waktu-waktu tertentu setiap beberapa tahun sekali di mana produksi tengkawang berlimpah, yang umum dikenal sebagai musim raya. Pada musim seperti ini, pohon-pohon tengkawang di banyak daerah berbunga dan berbuah pada saat yang hampir bersamaan, dan dalam jumlah yang berlimpah.

Meskipun beberapa jenisnya telah banyak ditanam penduduk, sebagian besar produksi datang dari tumbuhan liar di hutan-hutan alam. Ketika musimnya tiba, buah-buah geluk tengkawang yang berjatuhan di sekitar pohon segera dipunguti dan dikumpulkan oleh warga setempat, sebelum buah-buah itu dimakan oleh babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya. Biji tengkawang yang bergizi tinggi disukai oleh banyak binatang hutan. Pada sisi yang lain, buah-buah tengkawang ini lekas tumbuh karena tidak memiliki masa dormansi. Dalam beberapa hari saja, apabila tidak dipungut, buah-buah yang jatuh ke tanah lembab akan segera berkecambah.

Buah tengkawang di atas tungku

Buah-buah yang dikumpulkan itu dibawa pulang untuk dijemur atau disalai, yakni dikeringkan dengan cara diasapi. Pada musim raya, puluhan gubuk khusus untuk menyalai dibuat orang di sekitar pemukiman orang-orang Dayak di pedalaman Kalbar. Setelah beberapa hari disalai dan cukup kering, biji-biji tengkawang itu diangkut dan dijual ke kota.

Pohon-pohon tengkawang yang telah tua dan tidak lagi produktif biasanya ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Kayu tengkawang dalam dunia perdagangan umumnya tergolong ke dalam kayu meranti merah. Tengkawang terutama diproduksi oleh Kalimantan Barat, Sarawak, dan sedikit dari Kalimantan Tengah serta Kalimantan Timur.

Minyak tengkawang

Biji tengkawang setelah disalai

Minyak tengkawang diperoleh dari biji tengkawang yang telah dijemur atau disalai hingga kering, yang kemudian ditumbuk dan dikempa. Secara tradisional, minyak tengkawang ini dimanfaatkan untuk memasak, sebagai penyedap makanan dan untuk ramuan obat-obatan. Dalam dunia industri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak coklat, bahan farmasi dan kosmetika. Pada masa lalu tengkawang juga dipakai dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas dan sebagainya. Minyak tengkawang juga dikenal sebagai green butter.

Konservasi

Sebanyak 12 jenis tengkawang telah dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no 7 tahun 1999. Pohon tengkawang merupakan flora identitas Propinsi Kalimantan Barat.

Keruing
Dipterocarpus retusus

Dipterocarpus retusus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Dipterocarpus
C.F.Gaertn.
Species
lihat pada teks.

Keruing atau Dipterocarpus adalah marga pepohonan penghasil kayu pertukangan yang berasal dari keluarga Dipterocarpaceae. Marga ini memiliki sekitar 70 spesies yang menyebar terutama di Asia Tenggara; mulai dari India dan Srilanka di barat, melalui Burma, Indocina dan Cina bagian selatan, Thailand, hingga ke kawasan Malesia bagian barat. Di wilayah Malesia, keruing tersebar di hutan-hutan Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Filipina, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa. Jadi umumnya tidak melewati garis Wallace, kecuali yang ditemukan di Lombok dan Sumbawa.

Tumbuhan ini merupakan komponen yang penting dari hutan dipterokarpa. Nama ilmiahnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti buah yang bersayap dua (di: dua; pteron: sayap; karpos: buah).

Pemerian

Keruing umumnya berupa pohon sedang sampai besar, dengan ketinggian tajuk mencapai 65m dan batang lurus, bulat gilig, gemangnya sering lebih dari 150cm hingga 260cm. Batang dan ranting mengeluarkan resin apabila dilukai, terkadang amat berlimpah.

Ranting-ranting berambut, kasar atau halus, dengan bekas melekatnya daun penumpu yang tampak jelas. Daun-daun berseling, tunggal, seperti jangat, sangat bervariasi dalam ukuran, dengan urat daun sekunder menyirip lurus jelas terlihat di sisi bawah daun. Helaian daun menggelombang dan melipat di antara urat daun sekunder. Daun penumpu besar, lebar, sedikit menebal, lekas gugur.

Perbungaan tunggal atau dalam tandan pendek yang bercabang. Bunga besar, aktinomorf, berkelamin 2; daun kelopak 5 helai, tidak gugur, menyatu menjadi tabung yang membungkus bakal buah, dua taju di antaranya panjang atau semuanya pendek.

Buah geluk berukuran besar, terbungkus kelopak, sering dengan pelebaran tabung kelopak serupa sayap sempit atau gigir membujur di sisi luar, lima buah. Taju atau cuping kelopak di ujung buah membentuk dua sayap yang besar dan tiga taju kecil serupa telinga, atau lima taju kecil-kecil.

Ekologi

Keruing tumbuh dalam hutan perawan (primer) pada pelbagai habitat dari permukaan laut hingga ketinggian 1.500 m dpl. Sebagian besar jenisnya tumbuh tersebar, akan tetapi beberapa spesiesnya kerap ditemukan berkelompok atau hidup pada habitat yang khas. Misalnya D. oblongifolius di tepi sungai yang berarus deras, D. elongatus di tanah endapan tepi sungai, D. borneensis di tanah gambut di atas pasir putih, D. gracilis di wilayah beriklim musim, dan beberapa jenis lain yang berspesialisasi tumbuh di punggung-punggung bukit.

Seperti halnya meranti, keruing juga mengalami musim perbungaan raya. Pada musim-musim itu, yang berlangsung beberapa tahun sekali, pohon-pohon keruing berbunga dan berbuah banyak sekali. Masa berbunga berlangsung beberapa hari saja, dan tiga sampai lima bulan kemudian buahnya telah masak. Buahnya tidak memiliki masa dormansi dan berkecambah di tanah tak lama setelah jatuh dari pohon. Bahkan pada waktu cuaca basah sekali, adakalanya buah berkecambah tatkala masih menempel di rantingnya.

Semai keruing membutuhkan naungan untuk pertumbuhannya, akan tetapi masih cukup terang oleh sinar matahari yang masuk. Kondisi yang optimal bagi pertumbuhan berbeda-beda untuk setiap jenisnya, tetapi berkisar pada naungan 40 – 70%.

Pemanfaatan

Kayu

Marga ini juga penting untuk produksi kayunya, walaupun tidak sepenting Shorea. Keruing menghasilkan kayu bangunan umum, baik untuk konstruksi menengah maupun berat. Hampir semua jenis kayu keruing mempunyai struktur, warna, kekuatan dan keawetan yang serupa. Oleh sebab itu, semuanya digolongkan ke dalam kelompok kayu perdagangan yang sama, yakni keruing. Meskipun demikian, karena variasi yang tinggi dalam kerapatan kayunya, terkadang keruing dibedakan lagi atas subkelompok keruing ringan, menengah-berat, dan berat.

Kayu keruing berkisar dari ringan (BJ 0,51) sampai dengan berat sekali (BJ 1,01), dengan sifat kayu yang agak keras hingga keras. Kayu keruing termasuk kuat (kelas kuat I-II) dan cukup awet (kelas awet III). Jika tidak diawetkan, kayu ini kurang tahan untuk pemakaian yang berhubungan dengan tanah, sehingga umumnya digunakan untuk keperluan interior seperti kusen pintu dan jendela, tiang, tangga, dan panel kayu lainnya.

Setelah diawetkan, keruing cocok untuk penggunaan konstruksi berat di luar ruangan, seperti tiang listrik atau telepon, pilar, pagar, bantalan rel kereta api, pembuatan kapal, dan dermaga. Pada umumnya kayu keruing mudah dan cepat menyerap zat pengawet seperti kreosot atau campuran pengawet dasar tembaga kromium-arsen. Keruing yang diawetkan tahan hingga 20 tahun dalam penggunaan.

Kandungan resin dan silika yang tinggi dalam kayu keruing agak menyulitkan penggergajian. Namun setelah dikeringkan, kayu keruing mudah dikerjakan dan dibentuk. Keruing agak sukar dikeringkan karena nilai penyusutannya yang tinggi; dari keadaan segar ke kering tanur mencapai 7,0% di arah radial dan 13,5% di arah tangensial. Sehingga apabila tidak hati-hati mengeringkannya, kayu ini mudah melengkung, pecah atau belah di ujungnya.

Di samping penggunaannya sebagai panel kayu, keruing juga secara luas dimanfaatkan untuk membuat venir dan kayu lapis. Kayu ini juga cukup baik untuk membuat papan partikel, harbor, serta sebagai bahan bubur kayu untuk pembuatan kertas. Secara lokal, kayu keruing juga digunakan untuk membuat arang.

Seperti telah disebutkan, keruing merupakan salah satu jenis terpenting dalam ekspor kayu Asia Tenggara sesudah meranti. Pada tahun 1987 Indonesia mengekspor keruing bercampur kapur (Dryobalanops spp.) sebanyak 213 ribu m³ senilai US$ 39 juta, yang meningkat pada 1989 menjadi 463 ribu m³ (lk. US$ 99 juta). Dari jumlah itu, sekitar 82% adalah kayu keruing.

Minyak dan resin

Semua jenis keruing juga menghasilkan semacam oleoresin yang dikenal sebagai minyak keruing atau minyak lagan; akan tetapi hanya beberapa jenis saja yang mampu berproduksi dalam jumlah yang berarti untuk perdagangan. Secara lokal minyak ini digunakan untuk memakal (mendempul) perahu, sebagai pernis perabotan rumah atau dinding, serta obat luka atau sakit kulit tertentu. Minyak keruing banyak diproduksi oleh Thailand, yang pada tahun 1984 menghasilkan hingga 1,7 juta liter.

Resin yang lebih kental dari keruing dikenal dengan nama umum damar. Untuk memperoleh damar, batang keruing dilubangi hingga mencapai kayu terasnya dan mengeluarkan cairan resin yang akan berkumpul di sudut-sudut lubang itu, yang dalam beberapa hari akan mengeras menjadi damar. Setelah gumpalan damar diambil, secara berkala lubang-lubang itu dibakar untuk merangsang kembali keluarnya resin. Beberapa jenis yang menghasilkan damar bermutu baik, di antaranya D. cornutus (tampudau), D. crinitus (tampurau), D. grandiflorus (keruing gajah), dan D. hasseltii (palahlar).

Ragam jenis dan penyebaran

Pusat penyebaran keruing terutama adalah wilayah barat Malesia, mulai dari Semenanjung Malaya, Sumatra dan Kalimantan. Di wilayah Indonesia, sejauh ini tercatat 38 spesies keruing, terutama menyebar di kedua pulau yang telah disebutkan. Di Jawa dan Nusa Tenggara bagian barat hanya didapati 4 spesies, dan sudah hampir punah.

Berikut adalah daftar yang belum lengkap dari spesies-spesies keruing, disusun menurut abjad. Nama-nama Indonesia terutama menurut Kartawinata (1983), nama-nama daerah menurut Soerianegara dan Lemmens (2002).

Nama ilmiah Nama Indonesia Penyebaran Nama-nama lokal
Dipterocarpus acutangulus Vesque Keruing beludu Semenanjung Malaya, Kep. Lingga dan Riau, serta bagian utara Kalimantan mandurian putih, resak lebar daun, sagelam (Kaltim)
Dipterocarpus alatus Roxb. ex G.Don Keruing daun besar Birma, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Filipina
Dipterocarpus applanatus v. Slooten Keruing arong Endemik di Kalimantan kekalup, lasang (Kaltim), keruing daun besar (Sabah)
Dipterocarpus baudii Korth. Mara keluang Birma, Thailand, Vietnam, Kamboja, Sem. Malaya, Sumatra lagan sanduk (Smt.), keruing bulu, keruing dadeh, damar minyak (Mly.)
Dipterocarpus borneensis v. Slooten Keruing sindur Sumatra, Kalimantan keruing daun halus, awang buah (Kaltim), tempudau (Kalsel), resak kerangas (Iban)
Dipterocarpus bourdilloni
Dipterocarpus caudatus Foxw. Ladan Sem. Malaya, Sumatra (Aceh), Kalimantan (Brunei, Sarawak, Sabah), Filipina keruing gasing, keruing deran
Dipterocarpus caudiferus Merr. Andri Endemik di P. Kalimantan keruing anderi, keruing kutai (Kaltim), keruing puteh (Mal.)
Dipterocarpus chartaceus Sym. Keruing kertas Sem. Malaya (Thailand dan Malaysia) keruing bulu, getah
Dipterocarpus cinereus v.Slooten Lagan bras Endemik di P. Musala, Sumatera Utara
Dipterocarpus concavus Foxw. Keruing jantung P. Singkep, Sem. Malaya bagian utara
Dipterocarpus confertus v.Slooten Keruing pungguh Endemik di P. Kalimantan (Kaltim, Sabah dan Sarawak) kerubang tudang, keruing tempurung (Kaltim)
Dipterocarpus conformis v.Slooten Keruing buah Sumatra dan Kalimantan lagan sanduk (Smt.)
Dipterocarpus coriaceus Slooten Kadan Semenanjung Malaya, Riau, Kalimantan Barat, dan Serawak.
Dipterocarpus cornutus Dyer Tampudau Sem. Malaya, Sumatra (Aceh, Sumut), Kalimantan (Kalsel, Kaltim) akas, keruing gajah, keruing gombang
Dipterocarpus costatus Gaertn.f. Keruing bukit Birma, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Sem. Malaya
Dipterocarpus costulatus v.Slooten Keruing pekat Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kalimantan Timur bag. utara keruing bajan, keruing ladan, keruing kipas
Dipterocarpus crinitus Dyer Tampurau Thailand, Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan keruing mempelas, keruing bulu, amperok, mara keluang
Dipterocarpus cuspidatus
Dipterocarpus dyeri Pierre Keruing etoi Birma, Thailand, Kamboja, Vietnam, Sem. Malaya
Dipterocarpus elongatus Korth. Keruing pasir Sem. Malaya, Sumatra bag. timur, Kep. Lingga dan Anambas, Kalimantan (Kalbar, Kaltim, Sarawak) keruing tempudau, keruing latek
Dipterocarpus eurynchus Miq. Keruing senium Sem. Malaya, Sarawak, Brunei, Filipina bag. selatan, Sumatra (Aceh, Singkep dan Bangka) keruing minyak, keruing baran, keruing padi
Dipterocarpus fagineus Vesque Keruing pipit Sem. Malaya, Kep. Riau dan Lingga
Dipterocarpus fusiformis
Dipterocarpus geniculatus Vesque Keruing belimbing Endemik di P. Kalimantan (Kalbar, Serawak, dan Sabah bagian timur) keruing kerubong, keruing guntang, keruing tangkai panjang
Dipterocarpus glabrigemmatus
Dipterocarpus glandulosus
Dipterocarpus globosus Vesque Keruing buah bulat Endemik di Kalimantan (Brunei, Serawak, Sabah) keruing bulat
Dipterocarpus gracilis Blume Keladan Birma, Andaman, Thailand, Sem. Malaya, Filipina, Kalimantan, Sumatra, dan Jawa bagian barat keruing keladan, keruing kesat, damar kacawai (Smt.), wuluk bulan (Jabar)
Dipterocarpus grandiflorus (Blanco) Blanco Keruing gajah Andaman, Thailand, Sem. Malaya, Filipina, Sumatra, Karimata, Kalimantan aput (Kalsel), tempudau tunden (Kaltim), lagan bras (Smt.)
Dipterocarpus hasseltii Blume Palahlar Jawa (Jabar, Jateng), Bali, Kalimantan (Kalsel dan Kaltim) keruing bunga, keruing tampudan (Klm.), jempinang (Jw.)
Dipterocarpus hispidus
Dipterocarpus humeratus v. Slooten Keruing minyak Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan Timur jelatong bulan, lagan (Smt.)
Dipterocarpus incanus
Dipterocarpus indicus
Dipterocarpus insignis
Dipterocarpus intricatus Dyer
Dipterocarpus kerrii King Damar minyak Birma, Andaman, Thailand, Sem. Malaya, dan Sumatra lagan beras (Smt.), keruing gondol, keruing cair
Dipterocarpus kunstleri King Lagan Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan, Filipina keruing lagan, lagan laweh daun (Smt.), kambalong (Klm.)
Dipterocarpus lamellatus Hook.f
Dipterocarpus littoralis Blume Lalar Endemik di P. Nusakambangan palahlar, kelahlar (Jw.)
Dipterocarpus lowii Hook.f. Keruing hijau Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan (termasuk Serawak dan Sabah) keruing batu (Smt.), sindur betul (Kalbar), resak butoh biawak (Iban)
Dipterocarpus mundus v.Slooten Kensurai bukit Endemik di hulu S. Kapuas, Kalbar. kamurai, kerosit
Dipterocarpus nudus
Dipterocarpus oblongifolius Blume Laran Thailand, Sem. Malaya, Kalimantan bansurai, ensurai (Kalbar), keruing neram (Mly.)
Dipterocarpus obtusifolius Teijsm. ex Miq. Atoi Birma, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia keruing beludu
Dipterocarpus ochraceus
Dipterocarpus orbicularis
Dipterocarpus pachyphyllus
Dipterocarpus palembanicus v.Slooten Lagan daun halus Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan (Sarawak, Sabah, Nunukan) lagan torop (Sumut), keruing ternek
Dipterocarpus penangianus Foxw.
Dipterocarpus perakensis
Dipterocarpus retusus Blume Keruing gunung Assam (India), Birma, Thailand, Vietnam, Sem. Malaya, Aceh, Jawa bagian barat, Bali, Lombok, Sumbawa palahlar (Sd.), jati olat (Sumbw.)
Dipterocarpus rigidus Ridley Keruing merah Sem. Malaya, Sarawak, Riau, Singkep, Lingga, Anambas keruing likat (Smt.), bayan tuwung (Kalsel), tuyong (Kaltim)
Dipterocarpus rotundifolius Foxw.
Dipterocarpus sarawakensis Brown Keruing layang Sem. Malaya, Brunei, Sarawak, Kalimantan Selatan
Dipterocarpus semivestitus Slooten Murtulang Endemik di Kalimantan Selatan (Marabahan)
Dipterocarpus stellatus Vesque Keruing bulu Kalimantan bagian timur, Sabah dan Serawak
Dipterocarpus sublamellatus Foxw. Lagan batu Sem. Malaya, Sumatra, Kalimantan (Kaltim, Sarawak) lagan buih, masibuk (SMt.), malitan (Kaltim)
Dipterocarpus tempehes v.Slooten Tempehes Endemik di Kalimantan (Kalbar, Kutai, Sarawak, Sabah) keruing tepayan, keruing asam, bayan, bayan uhit, karup (Klm.)
Dipterocarpus tonkinensis
Dipterocarpus tuberculatus Roxb.
Dipterocarpus turbinatus C.F.Gaertn.
Dipterocarpus validus Blume Kambong Kalimantan, Filipina kaladan, keruing kasugoi
Dipterocarpus verrucosus Foxw. ex v.Slooten Keruing ladan Sem. Malaya, Sumatra, Singkep, P. Kalimantan bagian utara keruing beras (Smt.), ariung, bajan daun alus (Klm.)
Dipterocarpus zeylanicus

Konservasi

Beberapa spesies termasuk: Dipterocarpus applanatus, Dipterocarpus baudii, Dipterocarpus concavus, Dipterocarpus coriaceus, Dipterocarpus cornutus, Dipterocarpus costulatus, Dipterocarpus crinitus, Dipterocarpus elongatus, Dipterocarpus eurynchus, Dipterocarpus fagineus, Dipterocarpus fusiformis, Dipterocarpus glabrigemmatus, Dipterocarpus globosus, Dipterocarpus gracilis, Dipterocarpus grandiflorus, Dipterocarpus hasseltii, Dipterocarpus kerrii, Dipterocarpus kunstleri, Dipterocarpus littoralis, Dipterocarpus lowii, Dipterocarpus rigidus, Dipterocarpus semivestitus, Dipterocarpus sublamellatus, Dipterocarpus tempehes, dan Dipterocarpus validus termasuk dalam daftar International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) sebagai tanaman terancam punah.

Bayur
Pterospermum acerifolium

Pterospermum acerifolium
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Filum: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (s.l.) atau Sterculiaceae
Upafamili: Dombeyoideae
Genus: Pterospermum
Jenis
sekitar 68 jenis, seperti Pterospermum acerifolium
Pterospermum celebicum
Pterospermum heterophyllum
Pterospermum menglunense
Pterospermum reticulatum
Pterospermum javanicum

Bayur atau bayor (Pterospermum) adalah pohon yang kayunya biasa dipakai dalam pertukangan. Tumbuhan ini tumbuhan di daerah tropika dataran rendah. Di Jawa kebanyakan orang mengenal P. javanicum. Di India, P. acerifolium dan P. reticulatum yang lebih banyak dikenal.

Pohon Jelutung
Berkas:tiada
tiada
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisio: Angiospermae
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Familia: ApocynaceaeTemplat:Taxobox Subfamily entry
Genus: Dyera
Spesies
  • Dyera costulata

Jelutong digunakan bagi kayunya. Walaupun dikelaskan sebagai kayu keras, is menyamai kayu balsa. Ciri ini seperti kurang padat, urat lurus dan teksture baik bererti ia mudah dipakai dan digemari pembuat perabut. Akarnya diguna sebagai ganti gabus botol.

Getah perca
Palaquium
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Ericales
Famili: Sapotaceae
Genus: Palaquium
Species
Kira-kira ada sekitar 100-120 spesies, termasuk:
Palaquium amboinense
Palaquium barnesii
Palaquium bataanense
Palaquium beccarianum
Palaquium borneense
Palaquium burckii
Palaquium clarkeanum
Palaquium cochleariifolium
Palaquium dasyphyllum
Palaquium ellipticum
Palaquium formosanum
Palaquium galactoxylum
Palaquium gutta
Palaquium herveyi
Palaquium hexandrum
Palaquium hispidum
Palaquium hornei
Palaquium impressinervium
Palaquium kinabaluense
Palaquium lanceolatum
Palaquium leiocarpum
Palaquium lobbianum
Palaquium luzoniense
Palaquium macrocarpum
Palaquium maingayi
Palaquium merrillii
Palaquium microphyllum
Palaquium obovatum
Palaquium obtusifolium
Palaquium ottolanderi
Palaquium philippense
Palaquium pseudocuneatum
Palaquium pseudorostratum
Palaquium quercifolium
Palaquium regina-montium
Palaquium ridleyi
Palaquium rioense
Palaquium rostratum
Palaquium semaram
Palaquium stellatum
Palaquium sukoei
Palaquium sumatranum
Palaquium tenuipetiolatum
Palaquium walsurifolium
Palaquium xanthochymum

Getah perca atau Palaquium adalah salah satu tumbuhan asli Nusantara yang tersebar di Indonesia bagian barat dan Semenanjung Malaya. Tumbuhan ini juga terdapat Australasia, Taiwan bahkan sampai ke Kepulauan Solomon.

Ciri-ciri

  1. Pohon dengan tinggi sampai 30 meter dan diameter 0,5 meter.
  2. Berbatang tegak dengan warna merah kecoklat-coklatan
  3. Pepagannya berwarna kuning sampai merah dan bergetah putih.
  4. Berdaun tunggal dengan bentuk bundar telur sungsang sampai jorong.
  5. Bunga mengelopak pada ketiak daun.
  6. Tumbuh di hutan tanah rendah dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.

Kegunaan

Tumbuhan ini mempunyai kelas keawetan IV dan kelas kekuatan II. Sehingga cocok digunakan sebagai bahan bangunan, alat rumah tangga, alat olahraga maupuun alat musik tradisional. Getahnya (terutama P. gutta) dapat disadap unutk pembuatan mainan anak-anak. Bijinya mengandung kadar lemak yang tinggi.

7 Tanggapan

  1. […] Dipterocarpaceae, Meranti, Keruing, Tengkawang […]

  2. trima kasih atas informasi dipterocarpanya

  3. sangat informatif…minta izin di co-past..terima kasih banyak

  4. bagus banget..bisa menambah literatur buku tumbuhan berkayu di instansi kami..Tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: