Tikus

Tikus
Rentang fosil: Miosen Akhir – Sekarang
Mencit Mus musculus

Mencit Mus musculus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Superfamili: Muroidea
Famili: Muridae
Linnaeus, 1758

Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus) yang ditemukan hampir di semua negara dan merupakan suatu organisme model yang penting dalam biologi; juga merupakan hewan peliharaan yang populer.

Jenis-jenis penting

  • mencit (Mus sp.)
  • tikus rumah (Rattus rattus)
  • tikus got (Rattus norvegicus)
  • tikus sawah (Rattus argentiventer)
  • wirok (Bandicota sp.)

Celurut (shrew), yang sering disebut sebagai “tikus”, sesungguhnya bukanlah termasuk golongan hewan pengerat, melainkan hewan pemangsa serangga (Insectivora).

Sciuromorpha adalah nama lain dari Rodentia. Dapat dikenali melalui susunan giginya; gigi serinya besar, bengkok, dan berbentuk seperti pahat pada rahang atas dan bawah; gigi taring tidak ada dan terdapat diastema yang lebar sebelum gigi geraham. Tidak seperti insectivora dan tupai, semua rodentia di pulau kalimantan hanya mempunyai empat jari panjang, bercakar pada masing-masing kaki depan, dan ibu jari pendek yang mempunyai kuku, bukan cakar.

Klasifikasi

  • Bajing (Sciuridae)
  • Tikus (termasuk mencit) (Muridae)
  • Landak (Hystricidae)
Tikus got
Status konservasi

Risiko rendah (IUCN) [1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Upafamili: Murinae
Genus: Rattus
Spesies: R. norvegicus
Nama binomial
Rattus norvegicus
(Berkenhout, 1769)
Sebaran tikus got

Sebaran tikus got

Tikus got, tikus coklat, tikus rumah besar atau tikus laboratorium (Rattus norvegicus) adalah salah satu spesies tikus yang paling umum dijumpai di perkotaan. Hasil seleksi terhadap hewan ini banyak digunakan sebagai hewan percobaan (dikenal sebagai tikus putih) dan sebagai hewan peliharaan (dengan warna bervariasi).

Rattus norvegicus strain Wistar

Tikus got sedang mengeringkan tubuhnya.

Tikus pohon (Rattus tiomanicus) adalah suatu spesies tikus dari familia Muridae. Hewan ini ditemukan di Semenanjung Melayu, Kalimantan, Palawan, Sumatera, Jawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Hewan ini memiliki panjang sekitar 14 – 19 cm dengan panjang ekor 12 – 18 cm. Beratnya berkisar antara 80 sampai 130 gr. Kulitnya berwarna coklat pada bagian atas, putih atau agak abu-abu pada bagian ventral, dan gelap pada bagian ekor. Tikus pohon terutama aktif pada malam hari dan hidup di daerah hutan pesisir, hutan bakau, atau padang rumput. Di beberapa daerah, misalnya di Sulawesi, tikus pohon dijadikan bahan makanan oleh penduduk.

Tikus rumah
Rattus rattus

Rattus rattus
Status konservasi
Aman
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Genus: Rattus
Spesies: R. rattus
Nama binomial
Rattus rattus
(Linnaeus, 1758)
Sebaran tikus rumah

Sebaran tikus rumah

Tikus rumah (Rattus rattus) adalah hewan pengerat biasa yang mudah dijumpai di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Hewan ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun demikian, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betul-betul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tikus rumah pada masa kini cenderung tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got.

Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun demikian, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani “terbang”. Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, meskipun sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15-20 cm dengan ekor ± 20cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, namun menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu beranak kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.

Tikus sawah
Status konservasi

Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Upafamili: Murinae
Genus: Rattus
Spesies: R. argentiventer
Nama binomial
Rattus argentiventer
(Robinson & Kloss, 1916)

Tikus sawah, Rattus argentiventer, adalah tikus yang mudah dijumpai di pedesaan dan perkotaan di penjuru Asia Tenggara.

Pemerian dan taksonomi

Tikus berukuran sedang, cenderung lebih kecil daripada tikus got, dengan panjang 30-40cm (termasuk ekor). Warna rambut coklat kekuningan. Perutnya berambut kelabu dengan tepi putih. Nama argentiventer berarti “berperut keperakan”. Ekornya berwarna coklat.

Beberapa ahli memasukkannya sebagai anak jenis dari tikus rumah Rattus rattus (i.e. R. r. argentiventer). Tinjauan terakhir menunjukkan tikus sawah merupakan jenis tersendiri dengan 4 anak jenis [1]:

  • Rattus argentiventer argentiventer (Thailand, Malaya, Sumatra, Jawa, Nieuw-Guinea dan barangkali Vietnam, Kamboja serta Laos)
  • Rattus argentiventer kalimantanensis (Kalimantan)
  • Rattus argentiventer pesticulus (Sulawesi dan sebagian besar Nusa Tenggara)
  • Rattus argentiventer saturnus (Sumba)

Rattus argentiventer umbriventer dari Filipina (Cebu, Luzon, Mindanao dan Mindoro) tidak dianalisis, tetapi besar kemungkinan anak jenis tersendiri.

Habitat

Hewan pengerat ini menyukai persawahan, ladang dan padang rumput, tempat ia memperoleh makanan kesukaannya berupa bulir padi, jagung, atau rumput. Ia membuat sarang di lubang-lubang tanah, di bawah batu, atau di dalam sisa-sisa kayu.

Kepentingan

Hewan ini adalah jenis hama pengganggu pertanian tanaman utama dan sulit dikendalikan karena ia mampu “belajar” dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Hewan ini diketahui cerdas dan sering digunakan dalam penelitian perilaku hewan. Pengendalian biasanya dengan pemberian umpan beracun atau pengasapan yang dikombinasi dengan “penggeropyokan”. Cara yang dianggap alami adalah dengan menggunakan burung hantu atau ular sawah, namun biasanya dianggap kurang efektif.

Beberapa masyarakat menjadikan tikus ini sebagai bagian dari menu.

Tikus belanda
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animal
Filum: Chordata
Kelas: Mammal
Ordo: Rodent
Upaordo: Hystricomorpha
Famili: Caviidae
Upafamili: Caviinae
Genus: Cavia
Spesies: C. porcellus
Nama binomial
Cavia porcellus
(Erxleben, 1777)
Sinonim
Mus porcellus
Cavia cobaya
Cavia anolaimae
Cavia cutleri
Cavia leucopyga
Cavia longipilis

Tikus belanda (bahasa Inggris: guinea pig) adalah spesies hewan pengerat yang masuk ke dalam famili Caviidae dan genus Cavia. Tikus belanda tidak berasal dari Belanda, tetapi berasal dari wilayah Andes. Hewan ini banyak dijadikan hewan peliharaan oleh manusia. Imigran Andes di New York menjual tikus belanda untuk dagingnya. Tikus belanda sering kali salah disebut sebagai marmot, hewan lain yang mirip tetapi berukuran lebih besar.

Mencit
Status konservasi

Risiko rendah (IUCN) [1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Upafamili: Murinae
Genus: Mus
Spesies: M. musculus
Nama binomial
Mus musculus
Linnaeus, 1758

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan.

Mencit percobaan (laboratorium) dikembangkan dari mencit, melalui proses seleksi. Sekarang mencit juga dikembangkan sebagai hewan peliharaan.

Celurut
Rentang fosil: Middle Eocene to Recent
Celurut rumah (Suncus murinus)

Celurut rumah (Suncus murinus)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Soricomorpha
Famili: Soricidae
G. Fischer, 1814
Subfamilia
Crocidurinae
Myosoricinae
Soricinae

Celurut adalah hewan pemakan serangga bertubuh kecil yang berpenampilan mirip mencit/tikus kecil dan tergolong dalam familia Soricidae. Salah satu anggotanya adalah celurut rumah (Suncus murinus L.) yang biasa dijumpai berlari di sudut dinding mencari mangsa.

Hewan ini kerap kali dianggap sebagai tikus karena ukuran, warna rambut, serta moncongnya, sehingga dinamakan pula tikus kesturi. Sebutan lainnya adalah cecurut, (tikus) curut, dan munggis. Pada kenyataannya, celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha, bukan Rodentia (hewan pengerat).

Penyebaran celurut mencakup hampir seluruh penjuru dunia, kecuali Papua, Australia, dan Selandia Baru, serta Antarktika. Sebagai hewan menyusui, celurut termasuk hewan yang mudah beradaptasi dengan perkembangan kebudayaan manusia.

Celurut juga menjadi hewan vektor penyakit yang serupa dengan tikus dan mencit.

Tikus Polinesia
Status konservasi

Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Famili: Muridae
Upafamili: Murinae
Genus: Rattus
Spesies: R. exulans
Nama binomial
Rattus exulans
(Peale, 1848)
Penyebaran Tikus Polinesia di Asia Tenggara (warna merah)

Penyebaran Tikus Polinesia di Asia Tenggara (warna merah)

Tikus Polinesia, atau Tikus Pasifik (Rattus exulans), dalam Māori dikenal sebagai kiore, adalah spesies tikus yang penyebarannya terluas ketiga di dunia setelah Tikus Coklat dan Tikus Hitam. Tikus Polinesia sebenarnya berasal dari Asia Tenggara namun, seperti kerabatnya, telah menjadi pengembara yang baik – yang menyebar di banyak kepulauan Polinesia, Selandia Baru, Fiji, dan setiap pulau di Hawaii. Hewan ini menunjukkan kemampuan mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan, dari semak belukar hingga hutan. Kebiasaannya juga serupa, yang menjadikannya dapat berinteraksi dekat dekat dengan manusia karena mudahnya mendapatkan makanan. Sebagai hasilnya, hewan ini telah menjadi hama besar di hampir seluruh wilayah penyebarannya.

Karakteristik

Tikus Polinesia merupakan hewan nokturnal seperti pengerat pada umumnya, ahli memanjat, dan sering bersarang di pepohonan. Di musim dingin, saat makanan semakin berkurang, hal yang biasa mereka lakukan adalah mengelupas kulit kayu untuk dikonsumsi dan mengenyangkan tubuh dengan batang tumbuhan. Mereka memiliki karakteristik tikus pada umumnya mengenai reproduksi; poliestrous dengan masa hamil 21-24 hari, ukuran sampah tubuh terpengaruh oleh makanan dan sumber daya lain (6-11 kotoran), penyapihan dilakukan di bulan lain selama 28 hari. Faktor pembedanya adalah bahwa mereka tidak berkembangbiak sepanjang tahun, sebagai gantinya membatasinya hanya pada musim semi dan musim panas.

Variasi fisik

Tikus Polinesia memiliki penampilan yang sama dengan tikus lain seperti Tikus Hitam dan Coklat. Hewan ini memiliki telinga melingkar yang besar, moncong panjang, bulu coklat/hitam dengan perut tongkang, namun secara komparatif memiliki kaki yang kecil. Mereka memiliki tubuh panjang, langsing, yang mencapai panjang lebih dari 6 inci (15 cm) dari hidung hingga ujung ekor, yang menyebabkan mereka lebih kecil dan ringan daripada tikus lain yang beritneraksi dengan manusia. Saat mereka berada pada suatu pulau, mereka cenderung menjadi yang hewan yang lebih kecil (sekitar 4,5 inci (11 cm)). Mereka umumnya memiliki perbedaan bagian atas kaki belakang dekat mata kaki yang lebih gelap. Kaki-kaki lainnya berwarna lebih pucat.

Pola makan

R. exulans adalah spesies omnivora nokturnal: pemakan biji, buah, daun, kulit kayu, serangga, cacing tanah, laba-laba, cicak, telur unggas dan yang telah menetas. Tikus Polinesia telah diteliti setiap sampel makanannya yang dibawa ke tempat aman seperti kulit biji yang baik atau cara lain menyiapkan makanan tertentu. Hal ini tidak hanya melindunginya dari predator namun juga hujan dan tikus lain. “Keadaan mengelupas” tersebut sering ditemukan diantara pepohonan, dekat dengan akar, dalam celah batang, dan setiap ujung cabang. Di Selandia Baru, sebagai contoh, keadaan tersebut ditemukan di bawah timbunan bebatuan dan daun Palem Nikau.

Ekologi

Tikus Polinesia tersebar di seluruh Pasifik dan Asia Tenggara. Mereka tidak dapat berenang dalam jarak yang jauh dan sebab itu menjadi penilai penting migrasi manusia yang menyebrangi Pasifik, Bangsa Polinesia secara kebetulan atau dengan bebas membawa mereka ke pulau yang dikunjungi. Spesiesnya telah menyebabkan banyak kepunahan yang terjadi pada burung dan serangga asli di sepanjang Pasifik; spesies tersebut semakin meningkat dengan tidak adanya mamalia dan tidak mampu berhadapan dengan tekanan predasi disebabkan tikus. Mereka juga telah dianggap bahwa tikus memainkan peran dalam melengkapi penebangan hutan Pulau Easter dengan memakan biji pohon palem lokal, dan hal itu menghambat pertumbuhan ulang sebuah hutan.

Sisa-sisa Tikus Polinesia telah ada lebih dari 2000 tahun di Selandia Baru dengan sejumlah metode kemunculan namun figurnya masih dalam perdebatan. Hal ini dianggap bahwa mereka datang dengan penjelajah awal yang kemudian tewas atau pergi tanpa menduduki pulau.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: