Ngengat

Ngengat
Ngengat Emperor Gum, Opodiphthera eucalypti

Ngengat Emperor Gum, Opodiphthera eucalypti
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Hewan
Filum: Arthropoda
Kelas: Serangga
Ordo: Lepidoptera

Ngengat adalah serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu dan kedua-duanya termasuk kedalam Ordo Lepidoptera. Perbedaan diantara kupu-kupu dan ngengat lebih dari taksonomi. Kadang nama “Rhopalocera” (kupu-kupu) dan”Heterocera” (ngengat) digunakan untuk memformalisasikan perbedaan mereka. Banyak usaha telah dilakkan untuk membagi ordo Lepidoptera menjadi kelompok seperti Microlepidoptera dan Macrolepidoptera, Fenatae dan Jugatau, atau Monotrysia dan Ditrysia. Kegagala dari nama ini untuk tetap berada pada penggolongan moderan karena tidak ada dari penggolongn tersebut merepresentasikan sepasang kelompok monofiletis. Pada kenyatannya, kupu-kupu adalah kelompok kecil yang muncul dari “ngengat”.

Kebanyakan spesies ngengat giat pada malam hari, namun ada juga yang giat pada petang dan pagi, serta yang giat pada siang hari.

Pengaruh ngengat pada ekonomi

Poplar hawk-moth caterpillar
Laothoe populi

Ngengat dan ulatnya adalah salah satu hama perkebunan di banyak bagian di bumi. Ulat dari ngengat gipsi (Lymantria dispar), sebuah spesies invasif menyebabkan kerusakan yang parah terhadap hutan di amerika Serikat Timur Laut. Di daerah beriklim sedang ngengat codling menyebabkan kerusakan yang parah terutama pada perkebunan buah. Di daerah tropis dan subtropis ulat kubis (Plutella xylostella) mungkin adalah hama tanaman kubis-kubisan yang paling ganas.

Beberapa ngengat pada keluarga Tineidae seringkali di anggap sebagai hama karena larvanya memakan bahan kain seperti baju dan selimut yang dibuat dari serat alami seperti woll dan sutra, mereka namun biasanya tidak memakan material yang dicampur dengan serat buatan. Kapur barus adalah penangkal ngengat yang paling sering digunakan dan dianggap cukup efektif namun ada kekuatiran akan pengaruhnya pada kesehatan manusia. Larva ngengat dapat dibunuh dengan membekukan barang yang mereka serang untuk beberapa hari pada suhu dibawah -8 derajat selsius. Ngengat cukup tahan banting dan lebih tidak rentan pada pembasmi hama dibandingkan nyamuk dan lalat.

Beberapa ngengat namun juga berguna dan diternakan seperti contohnya ulat sutera, larva dari ngengat domestik Bombyx mori. Ulat sutera diternakan untuk diambil kepompongnya. Tidak semua sutra diproduksi oleh Bombyx mori kaena ada beberapa spesies Saturniidae yang juga diternakan untuk sutranya seperti ngengat Ailanthus (anggota dari kelompokSamia cynthia ), Ngengat Sutra Ek Cina (Antheraea pernyi), the Ngengat Sutra Assam (Antheraea assamensis), dan Ngengat Sutra Jepang (Antheraea yamamai).

Ulat mopane, ulat dari Gonimbrasia belina, dari keluarga Saturniidae, merupakan salah satu sumber makanan di Afrika Selatan.

Perlu dicatat bahwa ngengat dewasa namun tidak memakan bahan kain. Ngengat besar seperti Lun, Polyphemus, Atlas, Prometheus, Cercropia, tidak mempunyai mulut dan mereka meminum nektar untuk makanannya.

Ketertarikan terhadap cahaya

Foto dengan paparan jangka panjang menunjukan jejak terbang ngengat

Ngangat dapat ditemukan mengitari cahaya buatan. Satu hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan fenomena ini adalah bahwa mereka menggunakan sebuah teknik navigasi bintang yang dinamakan orientsi lintant. Dengan menjaga sebuah sudut yang tetap dengan sebuah objek langit yang terang (bulan) ngengat dapat terbang pada garis lurus. Objek angkasa ini sangatlah jauh sehingga bahkan setelah terbang dengan jauh tidak ada perbedaan sudut yang berarti namun hal ini akan berbeda dengan chaya buatan.

Cahaya buatan manusia belum muncul cukup lama untuk mempengaruhi evolusi nsistem navigasi ngengat. ketika ngengat menemukan sebuah cahaya buatan yang lebih dekat dan menggunakannya yntuk navigasi, sudutnya berubah dengan signifikan setelah menempuh jarak yang dekat insting dari ngengat tersebut mencoba memperbaikinya dengan berbelok ke arah cahaya dan hal ini pada akhirnya megakibatkan pola terbang spiral yang semakin mendeka pada sumber cahaya.

Hal ini dapat berakibat fatal bagi si ngengat apabila sumber cahaya buatan itu dapat membunuhnya seperti misalnya lilin atau pengejut serangga.

Teori lain yang telah diajukan untuk menjelaskan ketertarikan ngengat jantan terhadap lilin didasarkan dari indra penciuman. Ada bukti bahwa penciuman mungkin, pada beberapa kasus, diperantarai dengan pendetaksian spektra infra-merah dari sebuah bahan dan spektra inframerah dari api lilin kebetulan mengandung garis-garis emisi yang mirip dengan frekuensi getar feromon ngengat betina  sehingga ia tertarik pada api lilin.

Bunga yang mekar di malam hari biasanya bergantung kepada ngengat (atau kelelawar) untuk penyerbukannya, dan cahaya buatan dapat mengundang ngengat jauh dari bunga yang membutuhkannya. Sebuah cara untuk menghindari ini adalah dengan menaruh bahan kain atau jaala disekitar lampu atau menggunakan cahaya lampu berwarna (disarankan warna merah) untuk menghalau perhatian ngengat pada chaya buatan tersebut.

Ngengat terkenal

  • Death’s-head Hawkmoth Acherontia sp.
  • Ngengat Bulan Actias luna
  • Ngengat Atlas Attacus atlas Ngengat terbesar didunia
  • Emperor Gum Moth Opodiphthera eucalypti
  • Polyphemus Moth Antheraea polyphemus
  • Peppered moth Biston betularia

Negngat dengan pengaruh ekonomi cukup besar:

  • Gypsy moth Lymantria dispar
  • Cotton bollworm or corn earworm Helicoverpa zea, a major agricultural pest
  • Codling moth Cydia pomonella, a pest mostly of apple, pear and walnut trees
  • Light brown apple moth Epiphyas postvittana
  • Ulat sutra Bombyx mori
Forester MothZygaenidae
A moth
Case MothPsychidae
CaseMothPsychidae
Giant Leopard Moth Arctiidae
Dryocampa rubicunda Rosy Maple Moth
Nyctemera amica Arctiidae
Chrysiridia rhipheus
Biston betularia
Biston betularia morpha typica

Biston betularia morpha typica
Status konservasi

Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Lepidoptera
Famili: Geometridae
Genus: Biston
Spesies: B. betularia
Nama binomial
Biston betularia
Linnaeus, 1758
Subspesies
B. b. betularia
B. b. cognataria
B. b. parva

Biston betularia adalah spesies ngengat. Evolusi biston betularia sering digunakan oleh guru-guru sebagai contoh seleksi alam.

Sebelum terjadinya revolusi industri, biston betularia putih populasinya lebih banyak daripada biston betularia hitam. Setelah terjadinya revolusi industri, jumlah ngengat biston betularia putih lebih sedikit daripada ngengat biston betularia hitam karena ketidakmampuan biston betularia putih untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: