Burung Cici Padi

Cici Padi
Status konservasi

Risiko rendah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Cisticolidae
Genus: Cisticola
Spesies: C. juncidis
Nama binomial
Cisticola juncidis
(Rafinesque, 1810)

Cici padi adalah nama sejenis burung pengicau yang bertubuh kecil mungil. Di musim berbiak, burung jantan kerap terbang tinggi, naik turun dan berputar-putar di suatu tempat sambil berbunyi-bunyi khas untuk menarik perhatian betinanya. Suaranya dik-dik.. dik-dik atau zit-zit ..zit-zit berulang-ulang. Karenanya, dalam bahasa Inggris dinamai sebagai Zitting Cisticola.

Pemerian

Berukuran kecil, panjang tubuh dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 10 cm. Sisi atas tubuh kecoklatan bergaris-garis atau bercoret kehitaman, sisi bawah tubuh agak pucat; lebih putih daripada Cici merah. Tungging kuning tua kemerahan dengan ujung ekor berwarna putih menyolok. Ekor kerap digerak-gerakkan menutup dan membuka serupa kipas, sehingga burung ini juga dinamai Fan-tailed Warbler.

Alis putih, sisi leher dan tengkuk berwarna pucat. Iris mata coklat, paruh coklat, kaki putih sampai kemerahan.

Kebiasaan

Menghuni padang rumput dan persawahan, terutama dekat air. Pemalu, jarang terlihat kecuali pada musim berbiak, di mana burung jantan sesekali keluar untuk memikat betinanya. Memangsa aneka jenis serangga, Cici padi lebih banyak menjelajah di sela-sela kerimbunan batang-batang rumput yang tinggi.

Burung jantan bersifat polygamous, kawin dengan beberapa betina dalam satu musim. Sarang berupa mangkuk dibuat di antara batang-batang rumput yang lebat dan tersembunyi. Sarang ini tersusun dari daun-daun rumput yang dianyam dan dijahit dengan aneka serat tumbuhan dan jaring laba-laba. Di bagian atasnya, sering dijahitkan beberapa lembar daun atau rumput untuk menutupi dan menyamarkan sarang. Telur 3-6 butir.

Penyebaran

Cici padi menyebar amat luas mulai dari Afrika, Eropa selatan, Asia bagian selatan (India, Tiongkok, Jepang, Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, Kepulauan Nusantara, Filipina) sampai ke Australia utara. Kebanyakan merupakan burung penetap, meski beberapa populasi Asia timur di musim dingin bermigrasi ke selatan. Seluruhnya ada sekitar 18 ras (anak jenis) burung ini.

Di Indonesia didapati di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Di Sumatra, Jawa dan Bali umum terdapat sampai ketinggian 1.200 m dpl.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: