Burung Kakapo

Kakapo (Māori: kākāpō, berarti bayan malam), Strigops habroptilus (dari Yunani strix, genitif strigos: burung hantu dan ops: wajah; dan habros: halus, dan ptilon: bulu), juga disebut betet burung hantu, adalah spesies bayan nokturnal dengan bintik-bintik wajah sempurna berbulu hijau-kuning yang endemik dari Selandia Baru. Hewan ini memiliki wajah bundar datar bersensor yang berbeda, bulu seperti vibrissa, paruh abu-abu lebar, lengan pendek, kaki lebar, dengan sayap dan ekor relatif pendek. Kombinasi fisik dan perilaku ini menjadikan hewan ini unik dari jenis-jenis lain: ia merupakan satu-satunya bayan di dunia yang tidak dapat terbang, bayan terberat, nokturnal, herbivora, memilikidimorfisme seksual dalam ukuran tubuh, memiliki tingkat metabolisme dasar rendah, induk jantan tidak mengasuh anak, dan merupakan satu-satunya bayan yang memiliki perpaduan sistem perkembangbiakan lek. Hewan ini juga kemungkinan satu-satunya burung yang hidup paling lama di dunia. Anatominya mencirikan kecenderungan evolusi burung di kepulauan terpencil samudra yang memiliki sedikit pemangsa dan makanan yang berlimpah: pencapaian termodinamik yang efisien atas kemampuan terbang, kurangnya otot sayap, lunas susut pada tulang dada, merupakan bentuk badan sempurna.

Kakapo dimasukkan sebagai spesies yang kritis; hanya 86 individu hidup yang diketahui, seluruhnya telah diberi nama. Nenek moyang Kakapo bermigrasi ke kepulauan Selandia Baru saat zaman prasejarah; tidak adalanya mamalia pemangsa, hewan ini kehilangan kemampuan terbang. Akibat kolonisasi orang Polinesia dan Eropa, dan masuknya pemangsa baru seperti kucing, tikus, dan cerpelai, banyak kakapo yang dimangsa. Usaha konservasi dimulai tahun 1890-an, namun hewan ini tidak berhasil hingga implementasi Rencana Pemulihan Kakapo tahun 1980-an. Saat November 2005, Kakapo diselamatkan dari empat predator bebas pulau, di pulauMaud, Chalky (Te Kakahu), Codfish (Whenua Hou) dan Anchor, Kakapo dimonitor secara dekat. Dua pulau Fiordland besar, Resolution dan Secretary, telah menjadi subyek aktivitas restorasi ekologi skala besar untuk mempersiapkan ekosistem penopang sendiri dengan habitat yang pantas untuk Kakapo.

BACA RINCI & LIHAT FOTO 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: